Kompak. Anggota HMM S-1 ITN Malang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan di Kampus 2. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 (HMM S-1) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Kampus 2 ITN Malang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (28-30/08/2025) ini bertujuan untuk membentuk mental kepemimpinan dan kekompakan para pengurus dan anggotanya.
Kapten Arh Dahliman, SH., selaku koordinator dari Poltekad menyampaikan bahwa “Senior Wajib Menjadi Pelopor”, bukan hanya sekadar contoh. “Seorang pelopor adalah orang yang membuka jalan baru, memulai sesuatu yang belum pernah ada, dan memimpin dengan tindakan nyata,” jelasnya.
Menurut Kapten Dahliman, latihan ini berhasil menunjukkan perubahan positif pada para mahasiswa. “Kami melihat bagaimana mereka dipanggil lebih cepat merespons perintah, dan sikapnya kepada sesama, adik tingkat, serta senior juga baik,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, di mana seorang pemimpin juga harus bersedia dipimpin, sesuai dengan filosofi Tut Wuri Handayani. Dalam LDK Tut Wuri Handayani mengajarkan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu mendorong, membimbing, dan memberdayakan orang-orang di sekitarnya agar mampu berkembang dan berani mengambil inisiatif.
Ketua HMM S-1, Dio Verri Dermawan, memberikan testimoni bahwa LDK sangat bermanfaat, terutama dalam hal kedisiplinan. “Seru, melatih kekompakan dengan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) di mana kami tidak boleh mementingkan diri sendiri. Setelah mengikuti LDK yang terasa adalah kedisiplinan, harus bangun pagi. Apalagi kami sebentar lagi ada penyambutan adik-adik mahasiswa baru, jadi ini melatih kami untuk lebih siap,” katanya.
Senada dengan Dio, Syech Ahmad Qodir Jaelani, anggota pengurus Divisi Wirausaha merasakan adanya peningkatan semangat. “Awalnya malas-malasan, setelah ikut LDK jadi lebih semangat. Yang tadinya gondrong jadi potong rambut. Biar sama dengan lainnya,” ceritanya sambil tertawa. Dengan kesadaran ia rela memotong rambutnya yang gondrong demi mengikuti LDK.
Ferdi Firmansyah, Kabid 4 Kesejahteraan Mahasiswa juga merasakan perubahan positif. “Kami jadi lebih disiplin, bangun pagi, dan makan teratur. Kami juga makin kompak,” ungkapnya.
LDK ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memupuk jiwa korsa dan kepedulian di antara para mahasiswa Teknik Mesin. Para pengurus berharap LDK bisa diadakan secara rutin setiap tahun untuk semua tingkat mahasiswa. Hal ini diyakini akan memperkuat solidaritas dan kekeluargaan, yang menjadi modal penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

