itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang semakin memantapkan diri untuk meraih akreditasi A dalam waktu dekat ini. Berbagai persiapan telah dilakukan dengan membentuk tim khusus untuk menangani penyusunan borang dan perbaikan manajemen. Selain itu, kampus biru juga melakukan studi banding setidaknya ke tiga kampus yang sudah mendapat akreditasi A.
Studi banding ke Universitas Syiah (Unsyiah) Aceh pada 9 Agustus, Universitas Surabaya (Ubaya) pada pada 22 Agustus, dan dilanjutkan pada 24 Agustus ke STIE Perbanas Surabaya. “Saat ke Unsyiah Rektor (Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT) hadir langsung ditemani Wakil Rektor I (Dr. Ir. Kustamar, MT), Ka Pusti, dan Ketua LPPM sekaligus tim Borang. Sementara saat ke Surabaya semua jajaran rektorat, dekanat, para kepala lembaga, dan para kepala UPT. Total 50 orang,” kepala humas ITN Malang, Elizabeth Catur Yulia, SH
Menurut Yulia, melalui studi banding ini ITN Malang mendapat banyak masukan yang sangat berarti mulai dari bagaimana cara membuat borang yang baik, hingga bagaiman nanti pada saat visitasi assesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). “Unsyiah itu akreditasinya melakukan lompatan, sebelumnya C tetapi bisa langsung ke A, namun persiapannya selama dua tahun. Kemarin kami juga mendapat kunjungan balik dari LPM Unsyiah untuk berbagi langsung dengan kami,” terang alumni Universitas Brawijaya (UB) Malang itu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/9).
Dalam kesempatan tersebut, Yulia juga menceritakan beberapa poin yang di dapat dari studi banding yang itu penting bagi ITN Malang. Misalnya, di Ubaya sudah menggunakan sistem pengelolaan online, pendanaanya juga sudah bagus. Mereka memiliki kampus tigayang memang khusus untuk kegiatan outbound dan penginapan, dan ini juga disewakan jika ada yang membutuhkan. “Laporan penggunaan dana di sana juga sudah tersistem. Jika seseorang menggunakan anggaran tetapi belum melaporkan ke sistem. Maka saat pengajuan tidak bisa lagi karena dilock,” tuturnya. (her)
