itnmalangnews.id – Ratifikasi Indonesia dalam Masyarakat Eknomi Asean (MEA) membuat sejumlah kampus di Indonesia tidak boleh lengah. Kampus harus terus berinovasi dan berkreasi untuk melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki daya saing global. Menurut Dr.Ir. Lalu Mulyadi MT, Rektor ITN Malang salah upayanya adalah menjalin kerjasama dengan kampus-kampus asing. Menjalin kerjasama dengan kampus asing artinya saling bertukar di bidang yang menjadi kelebihan kampus dalam negeri dan kampus asing. “Misalnya kita bagus di bidang industri, kampus asing bagus di bidang sipil. Maka disitu dapat dilakukan kerjasama silang,” tuturnya.
Upaya kerjasama seperti ini, imbuh pria asal Lombok tersebut, tidak hanya dilakukan oleh kampus-kampus Indonesia saja. Tetapi kampus-kampus asing sekitar ASEAN juga melakukan hal yang sama. Seperti yang dilakukan oleh kampus-kampus di Malaysia belakangan ini. “Kampus Malaysia menjalin kerjasama dengan kampus di Jepang, Belanda, Jerman, dan termasuk dengan Indonesia,” terang pria yang baru pulang dari Malaysia tersebut.
Dia juga menceritakan bahwa sejauh ini kampus-kampus Indonesia seperti UGM, ITS, dan ITB sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan kampus Malaysia. “ITB baru saja melaukan MoU dengan Universitas Selangor (Unisel) mereka mengundang BJ. Habibie kesana,” lanjut alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) tersebut. Karena itulah ITN juga menjalin kerjasama dengan tiga kampus di Malaysia yaitu Universitas Malaysia Pahang (UMP), Universitas Selangor (Unisel), dan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Jadi peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi adalah hal pasti yang harus dilakukan. Dan untuk mencapai mutu yang baik, setiap kampus perlu membangun kerjasama dan jaringan dengan kampus-kampus lain. “Ini sudah himbauan dari BAN-PT, bahwa semakin banyak kampus berelasi dengan kampus asing maka mutu kampusnya akan semakin baik,” kata dia. (her)

