Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) ITN Malang melakukan aksi sosial pembagian takjil di bulan Ramadan. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Wajah depan Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kini tampak lebih segar dan berbeda. Memanfaatkan momen bulan suci ini, alumni ITN Malang yang tergabung dalam Ikatan Alumni Teknik Sipil (IATS) memutuskan untuk “kembali ke rumah” melalui aksi sosial pembagian takjil bertajuk “Mari Berbagi di Bulan yang Penuh Berkah”.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak empat kali selama Ramadan 1447 H, yakni pada hari Minggu, 22 Februari, 1 Maret, dan 8 Maret, serta ditutup pada Sabtu, 14 Maret 2026. Setiap sore mulai pukul 16.30 WIB, sebanyak 200 paket takjil disiapkan untuk diberikan kepada pengguna jalan, mulai dari ojek online, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang melintas di depan gerbang Kampus 1 ITN Malang.
Koordinator kegiatan, Ir. Bambang Wedyantadji, MT., menjelaskan, bahwa misi utama IATS adalah berbagi kenikmatan bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Selain itu, harapan kami sebagai alumni keberadaan kampus ITN Malang, khususnya Teknik Sipil, semakin dikenal luas dan dekat di hati masyarakat,” ujar alumnus angkatan 1978 ini saat dihubungi lewat sambungan whatsapp pada Senin (02/03/2026).
Ada cerita menarik di balik pemilihan lokasi pembagian. Salah satu pengurus IATS, menceritakan bahwa awalnya sempat ada rencana membagi tim di dua titik. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai hal, diputuskan untuk fokus di depan kampus 1.
“Harapannya, masyarakat dan pengguna jalan bisa lebih memperhatikan wajah ITN Malang yang sekarang sedang berbenah dan tampil beda. Dana kegiatan ini pun murni hasil patungan para donatur alumni Teknik Sipil sendiri,” ungkapnya.
Meski cuaca sempat tidak menentu, seperti pada hari pertama yang diguyur hujan, semangat para alumni tidak luntur. “Namanya sudah niat, ya kami jalankan sesuai rencana. Alhamdulillah pada pembagian hari kedua kemarin cuaca sangat cerah. Isian takjilnya pun kami buat beda-beda setiap hari, seperti kemarin ada tiga macam kue, dan air mineral,” tambahnya.
Uniknya, IATS sengaja memilih hari libur (Sabtu dan Minggu) agar tidak mengganggu jadwal kerja para alumni yang berprofesi beragam, mulai dari kontraktor hingga dosen. Setiap aksi bagi takjil juga melibatkan mahasiswa aktif. Tujuannya agar tidak ada sekat antara senior dan junior, sehingga mahasiswa merasa lebih dekat dengan para pendahulunya.
Setelah bagi-bagi takjil selesai, acara biasanya dilanjut dengan buka puasa bersama. Momen ini menjadi ruang diskusi santai bagi para alumni yang jarang bisa berkumpul karena kesibukan masing-masing. Melalui gerakan ini, IATS berharap bisa memantik semangat alumni lain untuk ikut berpartisipasi dalam Bulan Ramadan, dan kembali menengok “almamater biru” yang kini sedang terus bersolek. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)
