Kaprodi Teknik Geodesi S-1, Dedy Kurnia Sunaryo, ST., MT., (kiri) bersama Saiful Muklas, Supervisor Survey dari PT Saptaindra Sejati (SIS). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Teknologi pemetaan tingkat tinggi kini hadir langsung di laboratorium Teknik Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Meski bukan unit baru gres dari pabrik, dua unit Laser Scanner Riegl VZ 1000 resmi dihibahkan oleh PT Saptaindra Sejati (SIS) group PT Alamtri Geo ke kampus pada Selasa (24/02/2026). Alat yang harga barunya bisa mencapai angka 2 hingga 5 miliar ini diserahkan langsung kepada Kaprodi Teknik Geodesi S-1, Dedy Kurnia Sunaryo, ST., MT.
Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian alumni Teknik Geodesi terhadap almamaternya. Sosok di balik hibah ini adalah Dofiq Munawar (Section Head Surveyor), angkatan 1999, dan Saiful Muklas (Supervisor Survey), angkatan 2012 yang kini berkarir di salah satu kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia tersebut.
Bagi kampus swasta, pengadaan alat high-end seperti laser scanner memang tantangan besar karena harganya yang tidak murah. Itulah mengapa hibah alat yang masih sangat layak pakai, dan mumpuni ini menjadi sangat berharga untuk proses belajar.
“Jujur saja, kalau kampus swasta harus beli baru, harganya cukup berat. Alhamdulilah, adanya hibah ini memudahkan mahasiswa praktikum. Apalagi sekarang eranya Project Based Learning (PBL), alat ini bisa dipakai untuk memetakan area heritage hingga monitoring struktur bangunan secara 3D,” ujar DK Sunaryo, sapaan akrab Dedy Kurnia Sunaryo, yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Saptaindra Sejati.
Ia, menjelaskan bahwa alat seberat 15 kg ini akan mengubah cara mahasiswa belajar. Di era 3D dan Building Information Modeling (BIM) sekarang, mahasiswa tidak lagi sekadar menarik garis, tapi mengolah jutaan titik koordinat (point cloud).
“Harapan kami, alumni yang bekerja di tambang bisa menghibahkan alat yang sudah waktunya regenerasi di perusahaannya untuk digunakan adik-adiknya di sini,” tuturnya.
Kehadiran laser scanner ini tidak hanya akan dinikmati mahasiswa Geodesi. Prodi Teknik Geodesi berencana membuka pintu kolaborasi dengan prodi lain di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), seperti Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Sipil, hingga Teknik Lingkungan.
Hibah ini terasa spesial karena ada faktor “ikatan batin” di baliknya. Saiful Muklas yang mengantarkan alat tersebut menyampaikan, hibah alat bukan kali pertama, sebelumnya alumni juga telah menghibahkan total station, dan kini mereka meningkatkan levelnya dengan memberikan laser scanner.
Baca juga: Jadi “Rumah” Bagi Surveyor, ITN Malang Gelar Uji Kompetensi Kadaster Perdana
“Ini bentuk bakti kami ke kampus. Kami ingin berkontribusi secara bertahap dengan menghibahkan alat-alat yang masih sangat layak pakai, agar adik-adik kelas punya insight teknologi yang digunakan di industri,” ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, alat ini berfungsi untuk mengambil data topografi dalam bentuk point cloud 3D. Cara kerjanya adalah dengan memindai seluruh area sekitar hingga menangkap jutaan titik koordinat yang kemudian menyatu menjadi model tiga dimensi yang presisi.
“Keunggulan utamanya ada pada akurasi data point cloud-nya. Alat ini punya jangkauan pindai mulai dari 500 meter hingga maksimal 1 kilometer. Hasilnya berupa kumpulan titik 3D yang sangat detail,” terang alumnus asal Kabupaten Malang ini.
Tak berhenti di hibah alat, PT SIS juga membuka kesempatan untuk mempererat kerja sama di masa depan seperti opsi magang. Jadi, mahasiswa tidak hanya jago mengoperasikan alatnya di laboratorium, tapi juga punya jalur langsung untuk merasakan aplikasinya di lapangan kerja sesungguhnya.
“Kami ingin adik-adik punya insight tentang alat yang benar-benar dipakai di industri pertambangan saat ini,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

