Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang mengunjungi dan memberi donasi kepada Panti Asuhan Amanah Bunda. (Foto: HMTK)
itnmalangnews.id – Momen Ramadan dimanfaatkan betul oleh mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) untuk menebar kebaikan. Tahun ini, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) memilih Panti Asuhan Amanah Bunda sebagai tujuan bakti sosial dengan alasan yang cukup menyentuh.
Baca juga: SafetyVerse Vol.01: Teknik Kimia ITN Malang Bekali Mahasiswa Strategi Mitigasi Kebakaran Industri
Keputusan menyambangi panti asuhan di Kabupaten Malang tersebut diambil setelah para mahasiswa mengetahui bahwa tempat tersebut rupanya belum terdata di Dinas Sosial. Fakta itulah yang menggerakkan mereka untuk terjun langsung mengulurkan tangan pada Sabtu (07/03/2026).
Membawa tema “Setetes Kepedulian, Sejuta Kebahagiaan”, kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni penyerahan bantuan. Sebanyak 15 mahasiswa yang didampingi Sekprodi Teknik Kimia S-1, Ir. Faidliyah Nilna Minah, ST., MT., dan Pembina Himpunan Ir. Mohammad Istnaeny Hudha, ST., MT., merasakan langsung hangatnya berinteraksi bersama 24 penghuni panti yang terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.
Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang mengunjungi dan memberi donasi kepada Panti Asuhan Amanah Bunda. (Foto: HMTK)
Ketua HMTK, Annisa Dinda Kuswara yang akrab disapa Nisa mengungkapkan, pemilihan lokasi ini didasari keinginan agar bantuan bisa tepat sasaran. Terutama bagi mereka yang selama ini mungkin kurang terjangkauan dari perhatian khalayak luas.
“Harapan kami sederhana, ingin adik-adik di sini merasa diperhatikan dan punya semangat baru. Ternyata, respons dari teman-teman mahasiswa dan masyarakat umum luar biasa positif dalam mendukung aksi kami,” ujar mahasiswi asal Kota Batu tersebut saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Senin (09/03/2026).
Menurutnya, selain menyerahkan bantuan mahasiswa juga mengajak anak-anak mengikuti fun games sederhana. Suasana panti seketika pecah dengan tawa saat sesi tersebut berlangsung. Panitia juga mengajak anak-anak menuliskan impian mereka pada sticky notes dalam sesi berbagi harapan. Namun, momen paling menyentuh justru terjadi di luar rundown acara.
Baca juga: Berbagi HATI, Berbagi Kebahagiaan dengan Penyandang Disabilitas
“Pengurus panti sempat berbagi cerita mengenai perjalanan jatuh bangun dalam mengelola tempat tersebut. Termasuk latar belakang kisah para penghuni panti. Sesi sharing spontan ini menyentuh hati kami, dan membuat kami merasa terharu,” ceritanya.
Meski mengoordinasikan donasi barang acap kali menantang, panitia bersyukur proses kali ini berjalan sangat lancar. Berbagai bantuan berhasil disalurkan, mulai dari sembako, susu bubuk, paket jajan untuk takjil, hingga kebutuhan sandang seperti baju baru dan layak pakai untuk semua umur, perlengkapan salat, selimut, dan sprei.
Tak ketinggalan, alat tulis dan mainan baru juga diberikan untuk mendukung pendidikan dan keceriaan anak-anak. “Kebutuhan dapur juga mendesak bagi mereka. Semoga adanya bantuan sembako dan uang tunai bisa meringankan beban operasional harian panti,” katanya.
Bagi HMTK ITN Malang, agenda semacam ini bukan kali pertama. Bakti sosial sudah menjadi agenda rutin setiap tahun yang konsisten dijaga. “Agar mahasiswa tidak hanya jago dalam urusan organisasi di dalam kampus, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” pungkas Nisa. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

