Siswa kelas 5 SD Kristen Masa Depan Cerah belajar energi terbarukan di ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ternyata, belajar soal energi terbarukan jauh lebih seru saat bisa melihat langsung alatnya daripada hanya nonton lewat video. Itulah yang dirasakan oleh 38 siswa kelas 5 SD Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Surabaya saat bertandang ke Kampus 2, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Rabu (04/02/2026).
Rombongan yang didampingi enam guru ini sengaja datang dari Surabaya untuk melihat secara langsung pengaplikasian energi baru terbarukan di Teknik Elektro S-1, ITN Malang. Yohana Nita, salah satu guru pendamping mengungkapkan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari proyek semesteran para siswa.
“Semester lalu mereka belajar lingkungan, ekosistem, nah sekarang gilirannya belajar Energi Baru Terbarukan (EBT). Sebenarnya mereka sudah riset sendiri lewat internet soal pemanfaatan energi, tapi ya itu, hanya sebatas video. Kami ingin mereka melihat realitanya, di ITN Malang,” jelas Nita akrab disapa.
Bukan sekadar jalan-jalan, kunjungan ini punya misi teknis. Nita berharap, sepulangnya dari ITN para siswa punya bekal untuk merakit purwarupa pembangkit listrik tenaga angin atau air sesuai minat mereka sendiri.
“Kami memilih ITN karena model energinya lengkap, dan bisa diamati langsung,” lanjutnya.
Antusiasme siswa pun pecah saat mereka masuk ke area Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hans Sugiarti Wijaya, salah satu siswa, mengaku langsung tertarik pada Solar Tracking System. “Paling unik itu, soalnya panelnya bisa bergerak mengikuti arah matahari. Jujur, awalnya saya tidak terlalu suka soal listrik, tapi setelah ke sini jadi tertarik juga,” ungkap Hans polos.
Baca juga: Eksplorasi Energi Masa Depan: Study Visual SD IT Insan Permata Malang di ITN Malang
Senada dengan Hans, Ethan James juga dibuat terpukau oleh kecanggihan solar tracking tersebut. Ia bahkan sempat penasaran apakah butuh koding khusus agar panel itu bisa bergerak otomatis. Selain panel surya, Ethan juga antusias mengamati Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) di Lab. Energi Baru Terbarukan.
“Keren banget lihat air yang tekanannya kuat bisa memutar turbin, terus turbinnya memutar generator sampai jadi listrik. Kampusnya juga adem, kakak-kakaknya ramah banget jelasinnya,” tambah Ethan. Di Lab. EBT selain PLTPH, siswa juga mendapat penjelasan tentang smart home, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Kunjungan ini membuktikan bahwa teknologi canggih seperti EBT bisa dipahami dengan mudah bahkan oleh siswa tingkat dasar, asalkan diberikan ruang untuk bereksplorasi secara langsung. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

