Erwin Endriawan: Izin Lingkungan Dekat Dengan Politik

itnmalangnews.id – Membuat izin lingkungan tidak seteknis yang dibayangkan. Izin lingkungan bisa penuh dengan kepentingan politik. Hal itu karena tanda tangan terakhir atas izin lingkungan diberikan oleh pemerintah setempat, seperti Bupati atau Gubernur. “Amdal tidak turun-turun karena harus melewati beberapa verifikasi teknis dan antrian yang panjang,” terang Erwin  Endriawan salah satu pembicara dalam workshop izin lingkungan di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kemarin (13/5).

???????????????????????????????Dalam beberapa kasus, tambahnya, kadang belum ada Amdal (analisis dampak lingkungan) atau UKL-UPL (Upaya Kelola Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan) tetapi izin lingkungan sudah turun. Padahal seharusnya ada amdal atau UKL-UPL dulu baru izin lingkungan turun. Jadi setelah dipastikan analisis lingkungan tidak berdampak negatif baru diizinkan pelaksanaan suatu pembangunan atau kegiatan. “Sebagian besar bangunan termasuk reklamasi di Jakarta tidak memiliki Amdal, tetapi memiliki izin lingkungan, aneh memang,” terang pria yang juga alumni teknik lingkungan ITN Malang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Erwin juga menjelaskan proses pengajuan Amdal atau UKL-UPL. Menurut dia Amdal atau UKL-UPL dibuat oleh sang pemrakarsa. “UKL-UPL bisa dibuat langsung oleh yang ingin membangun ruko, kalau pembangunan jalan yang melebihi 9 kilometer misalnya harus Amdal dan itu biasanya ada tim ahlinya,” kata dia.

Setelah Amdal atau UKL-UPL dibuat, selanjutnya diajukan ke penilai dalam hal ini BLH (Badan Lingkungan Hidup), disitu dilakukan pemeriksaan teknis selama 14 hari kerja. Setelah disetujui maka Amdal atau UKL-UPL mendapat rekomendasi dan barulah terbit izin lingkungan. “Izin lingkungan ini menjadi prasyarat sebetulnya untuk mendapat izin yang lainnya seperti izin usaha,” tuturnya. (her)

(Visited 282 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *