Aden Putra Bakti, lulusan terbaik Arsitektur S-1, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), ITN Malang Pada Wisuda ke-75, Periode I tahun 2026. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang membentang dari Jawa Barat hingga Banyuwangi membuka peluang besar bagi pariwisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Potensi inilah yang ditangkap oleh Aden Putra Bakti, lulusan terbaik Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang).
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Juara 2 Desain Altar GKJW, Usung Konsep Budaya Meru
Tak tanggung-tanggung, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ini merancang sebuah Hotel Resort mewah bintang 5 di Kecamatan Gedangan sebagai respons atas hadirnya infrastruktur nasional tersebut.
Aden memilih Gedangan bukan tanpa alasan. Lokasinya berada persis di tengah-tengah tiga kecamatan yang dilalui JLS di Kabupaten Malang, menjadikannya titik paling strategis bagi wisatawan yang ingin menjelajahi deretan pantai selatan yang eksotis.
“Saya melihat potensinya sangat besar di titik itu. Lokasinya strategis, dekat pantai, dan sangat Instagramable. Hotel ini saya rancang berada di tepi jalan raya, bukan di dalam area wisatanya, agar aksesnya mudah bagi siapa saja yang melintas,” ujar pemuda asal Kota Malang ini.
Desain Hotel Resort Bintang 5 di Kecamatan Gedangan, Malang karya Aden Putra Bakti mahasiswa Arsitektur S-1 ITN Malang.
Di bawah bimbingan Ir. Gaguk Sukowiyono, MT., dan Hamka, ST., MT., skripsi Aden tidak hanya bicara soal kemewahan. Ia mengusung tema Arsitektur Kontekstual yang sangat peduli pada lingkungan. Resort ini hadir untuk menjawab masalah minimnya penginapan layak di pesisir selatan yang sering membuat wisatawan kelelahan. Dengan adanya hotel ini, diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan akibat kelelahan di JLS, sekaligus mengurangi emisi CO2 karena wisatawan tidak perlu bolak-balik menempuh jarak jauh untuk mencari tempat istirahat.
Sesuai standar hotel bintang 5, rancangan Aden mencakup minimal 100 kamar dengan fasilitas lengkap mulai dari kolam renang, sport center, hingga tiga jenis restoran berbeda. Area tapaknya sendiri direncanakan berada di kawasan Pantai Parang Dowo, Desa Gajahrejo, yang memang masuk dalam rencana tata ruang wisata Kabupaten Malang.
Menariknya, kecintaan Aden pada dunia desain sebenarnya sudah tumbuh sejak ia bersekolah di SMK Nasional Malang pada jurusan Multimedia. Ketertarikan pada visual itulah yang membawanya mantap memilih Arsitektur saat kuliah. Prestasi sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3.23 ini pun menjadi kado indah bagi orang tuanya, Anton Suyitno dan Siti Aminah.
“Ibu sangat bangga. Selama ini saya selalu dipesan untuk terus semangat dan rajin kuliah,” kenang anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Setelah resmi menyandang gelar sarjana, Aden pun sudah memantapkan langkah untuk segera meniti karier di biro arsitektur guna mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di kampus teknologi dan bisnis ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

