itnmalangnews.id – ITN Malang tahun ini mendapat 13 kuota program bidik misi dari Ristek Dikti. Kuota ini bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan pemerintah kepada ITN Malang semakin bertambah. Penandatanganan perjanjian program bidik misi oleh mahasiswa didampingi orang tua dilakukan di ruang sidang pasca sarjana Kampus I ITN Malang, Senin (19/9).
Ir. Ida Bagus Suardika, MM., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) menjelaskan, 13 orang mahasiswa bidik misi berasal dari beberapa wilayah. Mahasiswa bidik misi paling jauh berasal dari Bima. Ada beberapa persyaratan dari pemerintah yang harus dipatuhi penerima beasiswa bidik misi, salah satunya IPK tidak boleh di bawah 2.50. “Tidak umum lagi mahasiswa IPK 2.50. Minimal IPK tiga bagi mahasiswa ITN Malang,” jelasnya
Hal ini dipertegas oleh Wakil Rektor III Bidang Akademik ITN Malang, Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT., dalam sambutannya menyampaikan, penerima bidik misi agar tidak hanya mempertahankan IPK minimum. Namun selain secara akademik mencapai IPK setinggi-tingginyanya, juga dalam kegiatan mahasiswa dapat menorehkan prestasi. Setelah melalui penjaringan dan survei yang ketat dari 63 peserta yang mendaftar akhirnya diperoleh 13 peserta bidik misi yang sesuai kriteria. “Maka tolong biaya bidik misi ini dapat diterima dan dipergunakan sampai tuntas. Sehingga nantinya selain cerdas, memiliki kompetinsi yang tinggi, juga mampu bersaing di dunia global. Kami siap membantu kalian semua,” pesan Wakil Rektor III. (sar)
