itnmalangnews.id – Berbagai upaya telah dilakukan oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk mengembangkan diri menjadi kampus yang berprestasi. Salah satunya adalah dengan memacu semangat berkompetisi dan berpretasi di kalangan dosen dan karyawan melalui IACAC (ITN Award of Creatif for Achievement and Competition).
Menurut, Ir. Daim Triwahyono, MT, ketua IACAC dalam acara ini telah diselenggarakan beberapa lomba dan pemberian penghargaan bagi dosen berprestasi serta karyawan dan mahasisiswa berprestasi. “Kegiatan ini untuk mencari siapa yang unggul dan berpretasi. Hal ini perlu karena ITN Malang harus berkembang dan tidak hanya segini-gini saja,” kata dia.
Apalagi sejauh ini, menurut Daim, budaya kompetisi masih kurang. Sebagian dari dosen dan karyawan masih malu-malu untuk menyatakan prestasinya. Padahal tak sedikit para dosen dan karyawan yang memiliki prestasi yang membanggakan. “Dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, semua data prestasi dosen dan karyawan sudah terdata. Sehingga kami langsung melihat di situ siapa yang berprestasi,” lanjut dia.
Sementara itu, Dr. Ir. Kustamar, MT, Wakil Rektor I menyatakan hal sama bahwa IACAC untuk mengembalikan semangat kepercayaan diri dosen dan karyawan. “20 hingga 15 tahun lalu ITN Malang memiliki peminat mahasiswa yang luar biasa. Bahkan gaji dosen melebihi PNS waktu itu. Tetapi setelah itu, kita menurun. Nah saat ini adalah waktunya untuk mengembalikan kejayaan itu. Dengan mengangkat prestasi-prestasi yang kita miliki,” terang Kustamar.
Dalam acara tersebut turut Wakil Rektor II, Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE, Wakil Rektor III, Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT, Dekan FTSP, Dr. Ir. Nusa Sebayang, MTm Dekan FTI, Dr. Ir. Yudi Limpraptono, MT. (her)
