itnmalangnews.id – Hal pertama yang menentukan bagaimana dapat diterima kerja dalam suatu perusahaan adalah bagaimana surat lamaran dibuat. Karena membuat surat lamaran yang baik adalah kunci pertama. “Seberapapun kita memiliki skill dan keahlian, tetapi surat lamaran kita di tolak oleh perusahaan, tentu kita tidak bisa masuk ke perusahaan tersebut,” terang Ratri Nurwanti S.Psi, M.Psi, salah satu pembicara dalam pembekalan wisuda Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Menurut lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut surat lamaran yang baik ditunjukkan sejak dari cover letter hingga bagian curriculum vitae (CV). Menurut Ratri, ada suatu penelitian di Amerika tentang pentingnya cover letter bagi penyeleksi calon karyawan dalam hal ini Human Resoucre Development (HRD). Dari penelitian itu menunjukkan bahwa 10 persen HRD menentukan diterima atau tidaknya calon kayawan melalui bagian depan surat tersebut. Selebihnya sebagai pertimbangan saja.
Adapun cara membuat cover letter yang baik, menurut perempuan asal Pontianak tersebut adalah apabila memuat tiga hal dalam tiga paragraf. Pertama, dari mana pelamar mendapat informasi lamaran. Hal ini penting karena tidak semua perusahaan melakukan open rekrutmen, ada juga yang closed rekrutmen. Kedua, potensi unik kandidat untuk posisi kerja yang dituju. Ketiga, harapan untuk diproses lebih lanjut dan ucapan terimakasih. “Cover letter ini ditulis paling banyak separuh halaman saja, jangan terlalu banyak. Karena ini memuat info yang sekilas,” lanjutnya dalam acara bertema Cara Cerdas Memasuki Dunia Kerja Bagi Sarjana Teknik.
Selain itu, tak kalah pentingnya adalah menyusun CV. Menurut anggota UMJ PS Psikologi Univeritas Brawijaya (UB) tersebut menyusun CV yang baik adalah dimulai dari situasi terbaru pelamar hingga ke yang paling lama. Misalnya saat menulis latar belakang pendidikan dimulai dari tingkat univeristas dulu, baru tingkat SMA dan seterusnya. “Dalam menulis prestasi juga juga harus seperti itu, dari urutan prestasi yang baru saja diraih hingga yang lama. Kadang penyeleksi hanya mau melihat hal-hal baru saja,” tuturnya. (her)
