Penjurian 10 Besar Desain Training and Sport Center Arema FC Digelar di ITN Malang

Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Abraham Lomi, MSEE melihat-lihat hasil karya 10 finalis Sayembara desain training and sport center Arema FC (1)

Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Abraham Lomi, MSEE melihat-lihat hasil karya 10 finalis Sayembara desain training and sport center Arema FC, di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Jumat (01/7/2022). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


itnmalangnews.id – Sayembara desain training and sport center Arema FC bekerjasama dengan Program Studi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memasuki babak final. Presentasi 10 karya terbaik digelar di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Jumat (01/7/2022) sore, hingga tengah malam.

Baca juga:  www.itn.ac.id 

Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Abraham Lomi, MSEE menyambut dengan antusias babak final. Menurutnya, dengan adanya branding ITN Malang di sayembara desain Arema FC, diharapkan akan memberikan kontribusi penilaian dengan hasil yang memuaskan. “Saya mengikuti kegiatan-kegiatan panitia. Dengan peran serta ITN Malang terutama Prodi Arsitektur, semoga nanti akan memperoleh hasil yang memuaskan,” ujar Prof Lomi sapaan akrab Rektor ITN Malang.

Prof Lomi berharap melalui kegiatan ini, kedepannya kerjasama ITN Malang dengan Arema bisa terus berlanjut di berbagai bidang. “Hari ini finalis akan presentasi, dan dilakukan penjurian. Dan, besok pihak Arema rencananya akan mengumumkan pemenangnya,” kata Prof Lomi.

Sayembara desain training and sport center Arema FC telah menyedot 1.100 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dan kini memasuki tahap final setelah sebelumnya dikurasi secara ketat oleh tim panitia dari tenaga ahli Arsitektur ITN Malang. Mulai 28 Juni 2022 lalu tahap kurasi berjalan, dan telah menyaring 25 karya. Kemudian terakhir terpilih 10 karya terbaik.

Baca juga: Arsitektur ITN Malang Aanwijzing Sayembara Desain Training and Sport Center Arema FC

Ketua pelaksana, Ir. Suryo Tri Harjanto, MT, mengatakan, karya yang masuk ke panitia di luar ekspektasi. Waktu yang pendek untuk mendaftar dan mengumpulkan karya, ternyata peserta bisa menghasilkan karya yang bagus dan berbobot. Hal ini sempat membuat tim kurator kebingungan menentukan yang terbaik. Namun, karena sudah ada kriteria khusus dari panitia, maka terpilihlah 10 yang terbaik.

“Panitia (tim kurator) bekerja maksimal. Prodi Arsitektur ITN Malang ingin ikut berperan serta menggali potensi para arsitek secara umum, khususnya untuk mendukung perkembangan olahraga di Indonesia,” kata Suryo yang juga Kaprodi Arsitektur S-1 ITN Malang.

Sementara itu Dr. Ir. Breeze Maringka, MSA menyatakan, ada lima juri yang terlibat. Selain Breeze, dan Ir. Didiek Suharjanto, MT., yang mewakili kalangan profesional, ada juga Ir. Maranatha W, ST, MMT, Ph.D, IPU., mewakili akademisi, serta pihak manajemen Arema, dan perwakilan Aremania.

“Oleh kurator kaya yang masuk sebelumnya sudah dipangkas. Sebelum sampai kepada juri sudah dikurasi. Penyeleksi awal dari Prodi Arsitektur ITN Malang. Jadi, mereka sudah tentu tau mana yang terbaik. Juri tinggal menilai 10 (karya) saja,” jelas Breeze.

Baca juga: ITN Malang digandeng Arema FC Gelar Sayembara Desain Training and Sport Center

Menurut Breeze, karena sayembara jangkauannya luas, maka peserta memiliki background bermacam-macam. Ada yang betul-betul praktisi, ada yang praktisi setengah arsitek, ada yang benar-benar profesional. “Sebagai profesional saya akan menilai secara profesional juga,” imbuhnya.

Dikatakan Breeze, kompetensi seorang arsitek bisa dilihat dari tiga poin. Knowledge, apakah memiliki pengetahuan tentang arsitektur? Skill, kemampuan untuk menggunakan akal, pikiran, ide, dan kreatifitas saat mempresentasikan karya tersebut. Dan, attitude bagaimana sikap dalam presentasi.

“Kemudian kami akan pertimbangkan keunggulan karyanya. Sebagai praktisi kami juga bisa menilai karya dari 13 butir kompetensi arsitek. Apakah kompetensi utama tercantum pada karya atau tidak,” tandasnya.

Ke 10 finalis sayembara desain training and sport center Arema FC akan mendapatkan hadiah dari manajemen Arema. Pemenang terbaik pertama memperoleh 40 juta rupiah, terbaik kedua 25 juta rupiah, terbaik ketiga 10 juta rupiah, harapan satu 7,5 juta rupiah, harapan dua 5 juta rupiah, dan peringkat enam sampai 10 akan mendapatkan kategori honorable mention dan uang 2 juta rupiah, ditambah satu juara favorit dari hasil polling mendapat 2,5 juta rupiah. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 221 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *