Madya Bintang Jelnyta Awalnya Tertekan, Akhirnya Bersyukur dan Bangga jadi Mahasiswa Inbound di Universitas Nusa Cendana

Madya Bintang Jelnyta, mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang bersama Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni

Madya Bintang Jelnyta, mahasiswa Teknik Industri S-1 ITN Malang bersama Ketua DPRD NTT Ir. Emelia Julia Nomleni. (Foto: Istimewa)


itnmalangnews.id – Jelly, panggilan akrab Madya Bintang Jelnyta. Mahasiswa Teknik Industri S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini adalah mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) gelombang pertama 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Jelly satu-satunya mahasiswa Kampus Biru yang mengikuti pertukaran mahasiswa di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Oktober sampai Desember 2021 yang lalu.

Baca juga:  www.itn.ac.id

Dihubungi lewat sambungan Whatsapp awal Januari 2022 lalu, mahasiswa asal Kediri ini mengungkapkan rasa senang sekaligus bersyukur bisa mengikuti pertukaran mahasiswa secara luring, dan menetap di Bumi Flobamora selama dua bulan. “Yang pasti saya bersyukur, dan tidak menyesal. Sejujurnya, waktu awal-awal program berjalan, saya sedikit merasa tertekan karena beban SKS dan tugas kampus yang amat banyak. Belum lagi kegiatan organisasi dan kursus yang harus saya ikuti. Ini membuat saya hanya memiliki sedikit waktu untuk refreshing, dan memiliki interaksi sosial terbatas,” ungkap Jelly.

Namun, apa yang menjadi kerisauan Jelly ternyata tidak terbukti. Setelah beradaptasi, lama-kelamaan Jelly dapat menyesuaikan diri, dan terbiasa dengan pekerjaan yang dibebankan padanya. Sehingga ketika ia mengikuti program pertukaran mahasiswa, Jelly lebih bisa memanage waktu dengan baik.

Baca juga: ITN Malang Peringkat 7 Nasional Simkatmawa 2021

Dari program ini banyak pelajaran dan pengalaman yang ia dapatkan. Mulai dari menambah pengetahuan khususnya materi perkuliahan diluar program studi, juga dapat memperluas relasi, pengalaman, dan lain-lain. Namun, yang paling berkesan baginya adalah pelajaran hidup selama kuliah luring di NTT.

“Saya memang termotivasi mengikuti program ini, untuk mempelajari mata kuliah di luar Prodi Teknik Industri. Sehingga, saya dapat memperluas ilmu. Selain itu saya ingin mempelajari kebudayaan di NTT. Dan ternyata jauh berbeda dengan budaya jawa dimana saya tinggal,” lanjut dara cantik ini.

Di Undana, Jelly bergabung bersama total 86 mahasiswa inbound dari 19 kampus untuk belajar modul nusantara. Mereka berasal universitas antara lain, Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Jember (Unej), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan lain-lain.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang Kuliah Daring Go Internasional

Menurut mahasiswa semester 3 ini banyak kegiatan menarik selama mengikuti modul nusantara di Undana. Antara lain, melaksanakan kegiatan sosial ke panti asuhan, melihat dan mempelajari budaya masyarakat NTT, serta saling mengenal sesama teman mahasiswa inbound beserta budaya yang mereka miliki.

“Saya juga berkesempatan mengenal teman-teman Undana, dan jalan-jalan ke berbagai tempat dengan mereka. Selain itu juga mengikuti praktikum, serta sempat pula mengikuti lomba. Alhamdulillah tim saya juara 1 Lomba Nasional Karya Cipta Inovasi Berbasis Lahan Kering Kepulauan yang diadakan oleh Undana,” kata Jelly dengan bangga. Ia berharap program pertukaran mahasiswa inbound modul nusantara terus berjalan di tahun-tahun mendatang. (me/Humas ITN Malang)

(Visited 332 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *