itnmalangnews.id – Ada persepsi awal yang harus dibenarkan soal bangunan tinggi. Bangunan tinggi bukanlah bangunan rendah lalu ditumpuk-tumpuk hingga menjadi tinggi. Bangunan tinggi adalah sedari awal didesain tinggi, karena itu membuatnya tidak semudah menumpuk bangunan rendah. Terang Ir. Jimmy S Juwana, MSAE, pembicara dalam kuliah tamu InstitutTeknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (9/11).
Menurut Jimmy bangunan tinggi memerlukan integrasi sistem antara struktural, mekanikal, dan elektrikal. Artinya membutuhkan keahlian arsitektur, sipil, dan elektro. Ketiganya harus padu pada bangunan tinggi kurang salah satunya maka tidak akan maksimal. “Misalnya strukturalnya bagus, mekanikal juga bagus, tapi jelek elektronya. Maka bangunan itu akan gelap. Atau sebaliknya, elektrikalnya bagus, tetapi strukturalnya buruk maka akan mudah ambruk,” lanjut dosen Universitas Trisakti terebut.
Selain itu, pria kelahiran Jakarta itu juga menjelaskan aspek-aspek penting dalam bangunan tinggi. Beberapa aspek itu di antaranya, fungsi bangunan, lease span, floor to floor, core, bebas kolom, sistem dan bahan struktur, transfer level, aspek ratio, bentuk massa bangunan, sistem utilitas, ekspresi arsitektur, keamanan keselamatan, dan basemen parkir. “Misalnya untuk keselamatan jika ada penghuni yang sakit atau kebakaran gimana nanti mengantisipasinya, itu harus dipertimbangkan,” kata dia. (her)
