Cara Alumnus ITN Malang Bantu Industri Kecil Menengan Buahkan 2nd WinnerStartup4industry 2022

Devrian Tandrianto founder Engineering Solution yang juga alumnus Teknik Elektro S-1 ITN Malang menerima anugerah juara 2 Startup4industry 2022 bidang IKM pada Gebyar IKMA 2022,

Devrian Tandrianto Founder Engineering Solution, alumnus Teknik Elektro S-1 ITN Malang menerima anugerah juara 2 Startup4industry 2022 bidang IKM pada Gebyar IKMA 2022, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (09/12/2022). (Foto: Tangkapan layar Youtube Kemenperin)


itnmalangnews.id – Engineering Solution meraih 2nd Winner Startup4industry 2022, anugerah bidang IKM (Industri Kecil Menengah) pada Gebyar IKMA 2022. Penghargaan juara 2 ini diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, pada Jumat, 9 Desember 2022 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Baca juga:  www.itn.ac.id 

Devrian Tandrianto Founder Engineering Solution merupakan alumnus Teknik Elektro S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang angkatan 2013. Pada gelaran Gebyar IKMA Engineering Solution berkompetisi dengan 219 startup seluruh Indonesia. Gebyar IKMA merupakan rangkaian kegiatan Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan IKM.

Gebyar IKMA 2022 mengusung tema ‘Fostering Innovative and Sustainable Small and Medium Industries’, sebagai upaya langkah nyata Ditjen IKMA dalam mendorong IKM yang inovatif dan memenuhi tujuan dari sustainable development goals agar dapat meraih peluang baru di tengah pesatnya perkembangan kebutuhan pasar, kemajuan teknologi, serta dinamika global. Program ini menjadi kesempatan besar bagi IKM di sektor pangan, fesyen, kriya dan startup penyedia solusi teknologi untuk memamerkan produk terbaiknya dan bertemu dengan investor potensial.

Baca juga: Dosen Teknik Elektro ITN Malang Lolos World Class Professor ke University of Queensland (UQ), Australia

Alhamdulillah, akhirnya karya kami mendapat apresiasi dari kementerian. Selama ini kami melihat banyak IKM di Indonesia yang masih menggunakan teknologi mesin industry 2.0 bahkan manual. Maka, kami merasa tertantang mengikuti event ini untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh IKM. Kami ingin menjadi perusahaan engineering yang dapat menyelesaikan masalah-masalah di industri kecil maupun besar,” kata Devrian saat dihubungi lewat sambungan whatsapp, Selasa (13/12/2022).

Engineering Solution yang berdiri sejak tahun 2021 mempunyai legalitas PT Engineering Solution Technology. Merupakan perusahaan yang bergerak dibidang engineering yang berlokasi di Malang, Jawa Timur. Pada event Startup4industry 2022 PT Engineering Solution Technology match dengan CV Ganesha Sora, Lembang, Jawa Barat. IKM Ganesha Sora memproduksi keju mozzarella dan produk turunannya.

Masalah yang dihadapi oleh IKM Ganesha Sora adalah proses portioning/gramasi 200 gram masih dengan cara konvensional menggunakan tangan manusia. Sedangkan keju tersebut harus dicetak 200 gram dengan kondisi suhu 75-85° C, sehingga membuat proses gramasi menjadi lama serta banyak menghabiskan waktu dan tenaga.

Baca juga: Teguh Kuncoro: Alumni ITN Malang Tangguh Menghadapi Tantangan dan Punya Keterampilan Lebih

“Masalah lain yang dihadapi adalah mesin-mesin mereka masih menggunakan technology 2.0 dan masih manual. Masalah yang dihadapi Ganesha Sora kemudian kami kami carikan solusi dengan mendesain dan membuat mesin untuk memotong keju mozarella,” beber alumnus dan senior HIMAKPA ITN Malang ini.

Mesin yang kemudian diberi nama Mozzarella Cheese Portioning Machine berfungsi untuk memotong keju mozarella takaran 100 gram-1000 gram sesuai setting operator, dengan output 4 detik/pcs (15detik/pcs jika menggunakan tangan manusia). Engineering Solution juga memodifikasi tiga mesin Ganesha Sora, dan mengintegrasikan ke human machine interface/HMI (touchscreen).

“Kami akhirnya membuat IKM (Ganesha Sora) naik tingkat ke Industry 3.0, sehingga mesin-mesin di IKM semua otomatis dan terintegrasi. Harapan kami dapat membantu IKM dalam proses produksi dan berharap IKM di Indonesia bisa masuk ke era technology Industry 4.0,” lanjutnya.

Sebagai alumnus kampus teknologi Devrian berharap upayanya turut menjadi motivasi bagi mahasiswa di almamaternya ITN Malang. Selain terus berprestasi pada bidang akademik, mahasiswa hendaknya mulai berorganisasi sejak dini. Karena softskill yang didapat dari berorganisasi sangat diperlukan didunia kerja.

“Silakan berorganisasi di kampus. Selama organisasi menjunjung tinggi nilai Pancasila, karena softskill yang kita dapat dari berorganisasi sangat diperlukan didunia kerja. Jangan ragu untuk berkompetisi, semua hal yang kita lakukan ada sebuah pelajaran penting,” tandasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 379 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *