itnmalangnews.id – Keberhasilan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam meningkatkan kluster penelitian dari binaan menjadi utama membuat kampus lain tertarik untuk menimba ilmu. Salah satunya dari Institut Sains dan Teknologi Akademi Perindustrian (IST AKPRIND). Kampus yang berlokasi di Jogjakarta ini datang ke kampus biru untuk studi banding pengembangan dan pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Menurut Dr. Ir. Sudarsono, MT, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, kampus biru merupakan salah satu kampus yang sukses di bidang penelitian, serta memiliki sumberdaya manusia yang mumpuni. Karena itu pihaknya ingin sharing tentang pengelolaan lembaga penelitian kampus. “Kalau akreditasi kita sama-sama B, tetapi saya lihat penelitian ITN Malang berkembang pesat. Saya pernah lihat di Sim Litabmas sangat bagus dan rapi,” terangnya dalam sambutan studi banding di ruang rektorat, Senin (10/7)
Pria yang juga alumni ITN Malang tersebut juga ingin menggali bagaimana cara ITN Malang membuat para dosen-dosennya aktif melakukan penelitian. Karena sejauh ini pihaknya mengalami kendala dalam memotivasi dosen untuk terus aktif meneliti. Sementara IST AKPRIND ingin meningkatkan kluster penelitiannya yang saat ini masih madya menjadi utama. “Dalam jumlah dosen dan para doktor kami masih kalah dengan ITN Malang. Tetapi barangkali dengan trik yang diberikan ITN Malang bisa membuat kita semangat dalam meneliti. Apalagi sejauh ini kita masih punya kerjasama dengan ITN Malang,” kata dia.
Perlu diketahui selain IST AKPRIND yang belajar pengembangan penelitian ke ITN Malang ada IKIP PGRI Bojonegoro. (her)
