itnmalangnews.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, AKBP. Ir. Bambang Sugiharto M.Si kembali menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika semakin menyasar generasi muda dengan modus operandi yang kian beragam. “Dari hasil pemeriksaan kami terhadap 1000 siswa di Kota Malang, 10 persen positif gunakan pil koplo,” terang pria yang akrab disapa Bambang itu dalam acara Rapat Koordinasi Pemberdayaan Penggiat Anti Narkoba di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Menurut pria asal Pamekasan tersebut, banyak pengguna pil koplo atau double LL tersebut karena untuk mendapatkannya sangat mudah dan harganya cukup murah. Sehingga banyak siswa yang ingin mencoba. “10 ribu rupiah saja sudah dapat beberapa butir,” terangnya.
Selain itu, Bambang juga menyadari bahwa para pelaku penyalahgunaan narkoba selalu punya cara (modus operandi) untuk membuat generasi muda kecanduan dengan obat haram tersebut. Salah satunya adalah melalui makanan, seperti permen dan roti. “Ada yang dimasukkan ke dalam permen jari yang kemudian diemut oleh anak-anak. Ada yang dimasukkan ke browniz,” tutur alumni ITN Malang itu.
Selain itu, dia juga memperingatkan pada anak-anak kos di Kota Malang. Karena justru pelaku penyalahgunaan narkoba banyak melakukan transaksi di sekitar kos. Pola penjualannya biasanya rantai terputus, yaitu pembeli tidak bertemu langsung dengan penjual. Setelah pembeli mentransfer uang, maka penjual menaruh ditempat tertentu lalu pembeli bersangkutan mengambilnya. “Untuk anak kos apabila menemukan penyalahgunaan narkoba segeralah melapor pada pada kami. Tidak akan dikriminalisasi. Karena jika tidak melapor dan ketahuan, maka yang mengetahui itu juga akan kena hukum minimal 3 bulan kurungan,” katanya. (her)
