Tri Wahyudiono, ST (Ketua periode 2022-2025) menyerahkan bendera Ikatan Keluarga Teknik Mesin kepada nahkoda baru, Aries Setiyawan, ST., ketua periode 2025-2030. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Lebih dari seratus alumni Teknik Mesin S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) dari berbagai lintas angkatan berkumpul di Hall Gedung Mesin Kampus 2, pada Sabtu (02/05/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar reuni, melainkan untuk menyaksikan momen penting “Estafet Mechanical Engineering”: pelantikan pengurus Ikatan Alumni Teknik Mesin (IKM), ITN Malang periode 2025-2030. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran rektorat dan dekanat Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITN Malang.
Suasana terasa hangat saat bendera Alumni Teknik Mesin diserahkan oleh Tri Wahyudiono, ST (Ketua periode 2022-2025) kepada nahkoda baru, Aries Setiyawan, ST, yang merupakan alumni angkatan 2002.
Ketua Umum IKA ITN Malang Nasional (IKANas), Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, dalam sambutan tertulisnya menekankan bahwa wadah alumni harus punya posisi strategis di tengah dinamika industri dan transformasi digital. Ia ingin alumni tidak hanya sukses secara pribadi, tapi juga menjadi figur yang membawa nilai integritas bagi kampus.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., saat memberi sambutan pada acara Estafet Mechanical Engineering Teknik Mesin. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
“IKA harus menjadi ruang terbuka dan produktif bagi adik-adik mahasiswa untuk berbagi pengalaman, mengasah skill, hingga memperluas networking. Saya mendorong peran konkret alumni dalam membantu mereka masuk ke dunia kerja, baik lewat mentoring, magang, hingga akses peluang kerja,” pesan Wahyu dibacakan oleh pengurus IKA ITN Malang.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD., yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Teknik Mesin sebagai prodi “legendaris” yang usianya sama dengan institusi, yakni 57 tahun, dan tetap menjadi prodi terfavorit hingga saat ini.
“Saya titip kepada mas dan mbak alumni, bantu kami agar mahasiswa bisa magang. Kalau bisa, lulusan kita diserap oleh industri tempat alumni berkiprah. Kampus akan terus menjembatani komunikasi ini melalui Ikanas dan ikatan alumni prodi agar hubungan ini tidak pernah putus,” ujar Rektor.
Senada dengan Rektor, Kaprodi Teknik Mesin, Dr. Eko Yohanes, ST., MT., berharap ada timbal balik informasi dari alumni yang sudah terjun di dunia industri. “Kami ingin kurikulum kita terus update dengan kebutuhan industri. Kolaborasi ini penting agar lulusan kita punya nilai jual yang lebih tinggi dan Teknik Mesin semakin baik lagi,” tuturnya.
Program Kerja yang Menyentuh dan Aksi Nyata
Sementara itu, Aries Setiyawan sebagai ketua terpilih sudah menyiapkan visi besar yang berfokus pada solidaritas. Tidak hanya soal profesionalisme, Aries ingin IKA Teknik Mesin memiliki sisi humanis.
Dalam menakhodai organisasi selama satu masa jabatan ke depan, Aries Setiyawan didampingi oleh jajaran pengurus inti dari lintas angkatan, antara lain:
- Wakil Ketua: Yusyan Abdul Rozak, ST., (2004)
- Sekretaris & Wakil: Mahfud Fauzi, ST., (2006) / Septandri Nahason, ST., (2010)
- Bendahara & Wakil: Bagus Arie Nurcahyo, ST., (2007) / Garnis Prima, ST., (2008)
- Humas & Wakil: Irene Endang Trisilvianti, ST., (1992) / Prasetyo Buyung Pratama,, MM., (2022)
“Kami berencana menjalankan program sosial, seperti santunan untuk putra-putri alumni yang sudah berpulang agar mereka bisa terus sekolah bahkan sampai kuliah di ITN. Selain itu, ada aksi berbagi makanan gratis untuk masyarakat,” jelas Aries.
Untuk urusan eksternal, Aries berencana menggandeng mahasiswa dalam kegiatan servis gratis, baik di dalam maupun luar kampus, dengan menggandeng brand otomotif ternama. Ia berharap seluruh pengurus bisa menjaga komunikasi agar informasi, baik soal donasi maupun peluang kerja bisa tersampaikan cepat ke seluruh angkatan.
Untuk memperlancar komunikasi antar daerah, pengurus akan bersinergi dengan Komisariat/Chapter IKA Teknik Mesin:
- JJBB (Jakarta, Jabar, Banten): Dr. Armansyah, ST., MT., (1991)
- Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang, Magelang): AKBP. Megalaksana Putra, ST., SIK., MH., (2002)
- Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen): Ristik May Sandra Firmansyah, ST., (2002)
- Bali: Kadek Agus, ST., (2005)
- Kalimantan: Syukur Setyawan, ST., (2002)
- Nusa Tenggara Barat: Faisal, ST., (2002)
Acara pelantikan ini menjadi bukti bahwa semangat “Solidarity Forever” khas Teknik Mesin ITN Malang tetap menyala, melintasi generasi demi kemajuan almamater tercinta. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)
