Para siswa SMKN 1 Sumberasih asik belajar Laboratorium Konversi Energi Elektrik, Teknik Elektro S-1, ITN Malang (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ada pemandangan seru di Kampus 2, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Rabu (29/04/2026). Sebanyak 45 siswa kelas 11 dari SMKN 1 Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur mengunjungi Kampus Teknologi dan Inovasi ini untuk melihat langsung bagaimana rasanya jadi mahasiswa teknik. Kunjungan industri ini jadi momen bagi para siswa membuka mata bahwa lulusan SMK sebenarnya punya modal besar untuk jadi pemimpin di dunia industri.
Baca juga: SMK Krian 1 Sidoarjo Gali Ilmu Energi Terbarukan di Teknik Elektro ITN Malang
Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., saat menyambut rombongan, langsung memberikan tantangan bagi para siswa. Menurutnya, anak SMK jangan hanya puas jadi operator.
“Anak SMK itu sudah punya skill lapangan yang lebih dibanding anak SMA, tinggal dipoles lagi lewat kuliah. Kalau lulusan SMK mungkin mentok jadi teknisi atau kepala lapangan, tapi kalau S1, jalurnya bisa jadi supervisor atau pimpinan. Gaji dan jenjang kariernya pasti beda, proses adaptasi teknologinya juga lebih cepat,” tutur Adhy memberi motivasi.
Adhy juga mengajak para siswa memanfaatkan waktu untuk belajar dari para mahasiswa di kampus. Apalagi ITN punya program trial class bagi yang penasaran ingin merasakan duduk di bangku kuliah teknik.
ITN Malang menerima kunjungan industri SMKN 1 Sumberasih Probolinggo. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
Bagi SMKN 1 Sumberasih, ITN Malang bukan tempat baru. Tahun lalu mereka juga berkunjung ke Teknik Elektro S-1 ITN Malang. Alasan utamanya adalah adanya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik ITN Malang yang berskala besar.
Siti Swaibatun, S.Pd., Kepala Jurusan TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) SMKN 1 Sumberasih, menyebut kalau siswanya butuh melihat realita di lapangan, bukan sekadar teori di kelas. “Selama ini anak-anak tahunya panel surya hanya dari lampu jalan. Di ITN mereka bisa lihat yang ukurannya besar untuk menghidupi kampus. Ini penting karena kami punya mata pelajaran energi terbarukan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa energi alternatif seperti PLTS adalah peluang emas di masa depan, apalagi Indonesia sebagai negara tropis punya limpahan matahari yang tak terbatas.
Keseruan berlanjut saat para siswa keliling ke Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT), Laboratorium Konversi Energi Elektrik, melihat langsung PLTS hingga ke power house. Dimas Timoti Wau, salah satu siswa, mengaku terpukau dengan fasilitas yang ada.
“Tidak menyangka PLTS ITN sebesar ini. Kami keliling mulai dari lab-lab, belajar smart home system, sampai cek generator motor. Rasanya senang banget bisa lihat langsung,” kata Dimas.
Meski sempat terpikir ingin langsung kerja untuk membantu orang tua, setelah melihat suasana kampus Dimas tak menampik kalau keinginan untuk kuliah itu ada. “Sebenarnya orang tua menyuruh kuliah, tapi saya ingin bantu orang tua dulu baru lanjut,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

