SMK Krian 1 Sidoarjo, Jawa Timur kunjungan industri dan studi kenal kampus ke Teknik Elektro ITN Malang. (Foto: Mita/Humas)
itnmalangnews.id – Kampus Teknologi dan Inovasi Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali menjadi jujugan bagi institusi pendidikan menengah untuk memperdalam wawasan teknologi. Kali ini sebanyak 40 siswa, dan 3 guru pendamping dari SMK Krian 1 Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan kunjungan industri dan studi kenal kampus ke Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Senin (19/01/2026).
Rombongan Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik tersebut disambut dengan hangat oleh Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), Dr. Eng. I Komang Somawirata, ST., MT, di Ruang Amphi Elektro Lantai 2, Kampus 2 ITN Malang. Dalam sambutannya, Komang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya ITN Malang sebagai destinasi belajar bagi para siswa.
“Selamat datang, semoga kunjungan ini memberikan manfaat yang nyata dan ilmu yang barokah. Kami berharap momen ini bisa membuka wawasan adik-adik semua tentang perkembangan teknologi listrik di masa depan,” ujarnya.
Komang juga menjelaskan bahwa Teknik Elektro S-1 ITN Malang saat ini telah menyandang status Akreditasi Unggul. Salah satu daya tarik utama yang menjadi pembeda adalah pada Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Keunikan kami salah satunya ada pada pengembangan EBT. ITN Malang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kampus terbesar di Pulau Jawa dengan kapasitas 0,5 MWp. Sistem ini sudah terkoneksi dengan jaringan PLN (on-grid). Selain itu, kami punya berbagai fasilitas laboratorium yang lengkap untuk menunjang praktik mahasiswa,” jelasnya.
Selama kunjungan, para siswa diajak berkeliling melihat langsung fasilitas laboratorium mulai dari Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT), Konversi Energi Elektrik, Instalasi Kelistrikan dan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik. Namun, daya tarik utama tetap berada pada unit PLTS dan power house.
Yuli Irfandi, ST., guru pendamping mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan agenda rutin untuk memberikan gambaran dunia perkuliahan dan industri kepada siswa kelas 1.
“Kami datang ke sini khusus untuk belajar mengenai PLTS, karena sangat relevan dengan jurusan mereka, yaitu Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Di sekolah, anak-anak kami diwajibkan membuat panel surya sederhana sebagai tugas akhir yang nantinya disumbangkan ke masyarakat. Di ITN, mereka bisa melihat versi besarnya,” ungkap Yuli.
Baca juga: Belajar Bersama Pakar, Siswa SMAN 4 Malang Eksplorasi 6 Program Studi di ITN Malang
Ia menambahkan, meski secara mendasar peralatan di laboratorium kampus mirip dengan di sekolah, namun tingkat teknologi di ITN jauh lebih maju. “Ini pengalaman pertama kami ke ITN Malang. Ke depan, kami berharap ada kerja sama lebih lanjut, misalnya melalui program Kampus Mengajar atau lainnya,” tambahnya.
Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa. M. Abi’lah mengaku sangat terkesan saat mengunjungi Laboratorium EBT. Ia menyebut banyak alat canggih yang baru pertama kali ia temui secara langsung.
“Yang paling menarik buat saya itu smart home dan Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH). Karena masih kelas 1, materi ini belum saya dapatkan di sekolah,” kata Abi. Melihat PLTS di ITN Malang juga pengalaman luar biasa baginya.
Senada dengan temannya, M. Akfasy FAG juga merasa kunjungannya kali ini memberikan wawasan baru. Ia mengaku banyak komponen kelistrikan di ITN Malang yang selama ini hanya ia peroleh lewat teori, namun kini bisa dilihat dan dipelajari cara kerjanya secara langsung. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

