Novia Dwi Fatmawati Raih lulusan terbaik Teknik Sipil S-2, Program Pascasarjana, ITN Malang pada Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – “Menjalani kuliah Pascasarjana sambil bekerja adalah perjalanan sunyi yang penuh makna,” kenang Novia saat menceritakan perjuangannya. Bagi staf Dinas PUPR Tulungagung, Jawa Timur ini, lelah yang ia rasakan selama 18 bulan terakhir sering kali tidak terlihat oleh orang lain. Namun, di sela waktu sempit antara kewajiban dinas dan tumpukan tugas kuliah, ia justru belajar banyak tentang arti bertahan dan disiplin.
Baca juga: Strategi Optimasi Alat Berat Tambang Antar Agung Setyo Nugroho Raih IPK 4.00 di ITN Malang
Putri dari pasangan Supriyadi dan Siti Fataroh ini memang tidak main-main dalam menempuh studi Teknik Sipil S-2 dengan Konsentrasi Manajemen Konstruksi di Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Ia menjadi salah satu lulusan dalam prosesi Wisuda ke-75 Periode I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (25/04/2026) lalu.
Novia membawa masalah nyata yang dihadapi daerah asalnya ke dalam tesis, dengan membedah proyek pembangunan Check Dam Gamping di Kabupaten Tulungagung. Proyek mitigasi banjir ini punya tantangan unik karena lokasinya berada di lahan Perhutani, yang artinya ada risiko rumit mulai dari urusan teknis hingga birokrasi hukum.
Novia Dwi Fatmawati mahasiswa Teknik Sipil S-2, Program Pascasarjana, ITN Malang saat bertugas di lapangan. (Foto: Istimewa/Humas ITN Malang)
Dalam tesisnya yang dibimbing oleh Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT., dan Dr. Erni Yulianti, ST., MT., Novia menggunakan standar internasional AS/NZS 4360:2004 untuk memetakan risiko. Hasilnya cukup mengejutkan; ia menemukan 20 jenis risiko yang mengintai proyek tersebut.
“Masalah paling mencolok ternyata ada pada proses perizinan lahan, cuaca yang tidak menentu, hingga risiko meluapnya air sungai. Jika tidak dikelola dengan sistematis, proyek bisa molor dan biayanya membengkak,” jelas Novia. Risetnya ini pun memberikan kontribusi nyata berupa model manajemen risiko yang bisa langsung diaplikasikan oleh praktisi proyek, khususnya yang bekerja di lahan serupa.
Keberhasilan Novia meraih gelar Magister dengan nilai sempurna di tengah padatnya jam kerja menjadi inspirasi tersendiri bagi rekan-rekan sejawatnya. Baginya, menunggu waktu yang benar-benar luang untuk mulai belajar adalah kesalahan.
“Saya percaya, kita tak perlu menunggu benar-benar siap untuk memulai. Kesiapan itu sering kali tumbuh justru di tengah langkah yang terus kita jalani,” pungkasnya mantap. ITN Malang pun menjadi saksi keteguhan hati Novia yang kini kembali ke Tulungagung dengan bekal ilmu yang lebih tajam untuk membangun daerahnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

