Rayakan Hari Buku, PWK ITN Malang mendorong budaya literasi dikalangan mahasiswa. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Laptop dan ponsel boleh saja penuh dengan berkas e-book, namun pertanyaannya: apakah benar-benar dibaca atau sekadar memenuhi memori perangkat? Kegelisahan inilah yang mendorong Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersama Himpunan Mahasiswa PWK (HMPWK) menggelar aksi literasi di lingkungan kampus pada Sabtu (18/04/2026) lalu.
Baca juga: Esai Inklusif Mahasiswa PWK ITN Malang Sabet Juara 3 Nasional Geo Science 2025 UM
Kegiatan yang mewajibkan mahasiswa dan dosen untuk membaca selama 30 menit ini memiliki latar belakang yang unik, yakni memperingati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada hari berurutan. Hari Bumi pada Rabu, 22 April, dan Hari Buku Sedunia pada Kamis, 23 April 2026.
Gloria Angel Litania Ndun koordinator kegiatan menjelaskan, berbeda dengan tahun lalu yang memperingati Hari Bumi dengan menanam mangrove di Malang Selatan bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), tahun ini peringatan dikemas dalam bentuk penguatan literasi di dalam kampus, yang sekaligus memperingati Hari Buku Sedunia. Kegiatan ini juga merupakan respons terhadap ketergantungan generasi muda (Gen Z) pada gawai.
“Budaya baca itu tidak semata-mata duduk membaca buku fisik. Di era sekarang, informasi bisa diakses dari mana saja termasuk handphone. Intinya adalah membangun kebiasaan untuk terus mengakses, memahami, dan mengelola informasi secara kritis tanpa sepenuhnya bergantung pada AI,” ujar mahasiswa angkatan 2023 ini.
Menurutnya, literasi sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan mendukung proses akademik serta pengambilan keputusan yang mandiri, baik secara lisan maupun tulisan.
Kegiatan membaca ini didukung penuh oleh prodi. Kaprodi PWK ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT., menekankan, momen yang digelar untuk menyambut Hari Buku Sedunia ini bertujuan mengembalikan minat baca di tengah gempuran informasi instan internet.
“Selama ini mahasiswa terlalu mengandalkan internet. E-book disimpan di HP belum tentu dibaca. Kemarin mereka membawa buku dari rumah sesuai minat dan hobinya. Bahkan yang ikut semuanya bisa melepaskan ketergantungan memegang HP walau hanya 30 menit membaca buku,” tutur Agung.

Menariknya, buku yang dibawa mahasiswa angkatan 2022 hingga 2025 sangat beragam. Tidak terbatas pada tata kota, mereka tampak antusias membaca novel, majalah, hingga buku referensi kuliner. Kegiatan ini juga menjadi ajang “pemanasan” mental sebelum menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS).
Suasana semakin hidup dengan adanya pameran buku karya dosen-dosen PWK. Tak ketinggalan, Unit Perpustakaan ITN Malang juga memboyong koleksi buku-buku terbaru untuk dipamerkan. Dukungan juga datang dari dosen Pascasarjana Teknik Sipil, Dr. Ir. Lies Kurniawati Wulandari, MT., yang ikut memamerkan koleksi literaturnya.
Setelah sesi membaca bersama selesai, acara berlanjut ke sesi santai dengan berbagai permainan tradisional. Mulai dari lompat tali hingga baca puisi digelar di sela-sela pembagian doorprize berupa buku karya dosen.
Beberapa dosen pun tampak hadir, di antaranya Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT., Ir. Titik Purwati, MT. (Sekjur PWK), hingga Endratno Budi Santosa, ST., MT., yang saat ini tengah menempuh studi S3 di Belanda.
Agung berharap gerakan kecil tersebut tidak berhenti di sini. “Harapan saya ini berkelanjutan. Ke depan, ITN tidak hanya mengajak akademisi, tapi juga bisa menarik masyarakat luas untuk mencintai buku lagi,” tutupnya optimis. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

