Kehangatan Hari Kartini Rukun Ibu ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Suasana Aula Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak meriah dan penuh warna pada Selasa siang (21/04/2026). Para ibu tampil anggun dengan kebaya bertema retro, sementara gelak tawa pecah saat mereka adu tangkas bermain dakon estafet.
Baca juga: Peringati Hari Ibu, Rukun Ibu ITN Malang Gelar Cek Kesehatan: “Sehat Bersama untuk Dukung Suami”
Peringatan Hari Kartini 2026, Rukun Ibu ITN Malang kali ini dikemas apik dengan nuansa kekeluargaan yang hangat. Puncaknya, pengumuman hadiah utama berupa perhiasan emas sukses membuat suasana makin semarak.
Acara ini juga menjadi ajang Halalbihalal Rukun Ibu ITN Malang 1447 H. Kehadiran para anggota, mulai dari pengurus periode lama hingga purna tugas, serta ibu-ibu Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN) Malang menciptakan momen reuni yang mengharukan. Salah satunya diungkapkan oleh Laurent Hermin Dwi Yuniarti, purna tugas staf ITN Malang. Ia mengaku takjub karena hampir seluruh mantan Ketua Rukun Ibu bisa hadir berkumpul kembali.
Kehangatan Hari Kartini Rukun Ibu ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Ketua Rukun Ibu ITN Malang, Ratih Cahya Ratri Pribadi, SP., MP., dalam sambutannya menekankan bahwa tema tahun ini, “Lembut Berbudaya, Teguh Berkarya, Aktif Menginspirasi”, bukan sekadar slogan.
“Setinggi apapun pendidikan dan pencapaian kita, kelembutan hati adalah identitas utama. Namun di sisi lain, kita harus punya keteguhan seperti kata Kartini, ‘Aku Mau’. Baik itu dalam mengurus rumah tangga maupun profesi, jangan pernah lelah memberi manfaat,” pesannya saat membuka acara.
Tak hanya bersenang-senang, para ibu juga mendapat suntikan semangat lewat talk show bertajuk “Wanita Sukses” bersama Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Sebagai Kepala SPM ITN Malang, Maranatha membagikan tips nyata tentang pentingnya resiliensi atau ketangguhan mental.
Dalam sesi tersebut, Maranatha menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri melalui pengembangan kemampuan nyata di dunia usaha agar setiap perempuan memiliki keyakinan diri yang kuat. Ia juga mengingatkan para ibu untuk tetap relevan dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan teknologi serta lingkungan kerja yang dinamis.
Baca juga: Indahnya Berbagi! Intip Momen Haru Baksos ITN Malang di Surabaya
“Mental inovatif harus terus dipupuk dengan keberanian mengambil resiko terukur, dan melihat setiap kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan bahan evaluasi untuk menyusun strategi yang lebih baik kedepannya,” ujar Maranatha.
Salah satu sesi paling unik adalah Lomba Dakon Estafet. Permainan tradisional ini sengaja dipilih untuk melestarikan budaya (nguri-uri) sekaligus melatih fokus dan kejujuran. Dilakukan secara berkelompok, lomba ini sukses mempererat kekompakan antar anggota.
Selain lomba, acara juga diisi dengan pemilihan Best Costume untuk mereka yang paling totalitas mengenakan busana tempo dulu.
Perayaan Hari Kartini tahun ini ditutup dengan pesan dari Ketua Rukun Ibu agar perempuan terus menjadi “cahaya” bagi keluarga dan lingkungan. Seperti semangat Habis Gelap Terbitlah Terang, perempuan ITN Malang diharapkan terus mewarnai dunia pendidikan maupun masyarakat dengan karya nyata. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

