Rombongan ITN Malang bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Sejahtera (House of Hope/HOH). (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Ada momen haru yang sulit dilupakan saat rombongan Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berkunjung ke Surabaya, Sabtu (11/04/2026) kemarin. Di tengah kunjungan bakti sosial ke dua yayasan, seorang balita tiba-tiba terus menempel dan enggan lepas dari pelukan salah satu anggota rombongan. Tatapan rindu dan tangan-tangan kecil yang mencari dekapan hangat itu seolah menjadi pengingat bahwa berbagi bukan sekadar soal materi.
Baca juga: Rayakan Natal, ITN Malang Perkuat Harmoni dan Optimisme di Tahun 2026
“Anak-anak di sana terlihat sangat senang kalau ada orang datang. Mereka seperti rindu sekali dipeluk. Apalagi yang masih bayi, lucu-lucu tapi juga bikin kasihan,” cerita Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., koordinator kegiatan saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Senin (13/04/2026).
Bakti sosial ini sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian perayaan Natal 2025 yang puncaknya sudah dilaksanakan Januari lalu. Menariknya, jika biasanya panitia berkeliling di area Malang Raya, tahun ini mereka memutuskan untuk berbagi kasih ke Surabaya. Lima orang perwakilan ITN Malang berangkat langsung untuk menyapa anak-anak di Yayasan Pondok Hayat, dan Yayasan Panti Asuhan Sejahtera (House of Hope/HOH).
Rangkaian Perayaan Natal, ITN Malang berbagi kasih di Yayasan Pondok Hayat, Surabaya. (Foto: Istimewa)
“Karena di Malang sudah sering, sekarang giliran ke Surabaya lagi, ke tempat yang memang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Tahun kemarin kami baksos di Surabaya juga. Sebenarnya ada gilirannya kami sesekali mengunjungi panti di luar kota,” tambah Maranatha yang juga menjabat sebagai Ketua Perayaan Panitia Natal 2025.
Di Yayasan Pondok Hayat, rombongan disambut dengan tangan terbuka. Yayasan ini punya misi yang cukup menyentuh, yaitu menyelamatkan ibu dengan kehamilan tidak diinginkan serta menjaga janinnya. Di sana, ITN Malang menemui sekitar 21 anak, di mana 15 diantaranya masih bayi.
Maranatha menceritakan bahwa fasilitas untuk bayi di sana sudah sangat diperhatikan. Untuk mendukung kebutuhan operasional panti ITN Malang menyalurkan santunan yang 60 persennya berbentuk barang seperti susu bayi, makanan anak, hingga popok sekali pakai, dan lain-lain, ditambah dengan uang tunai.
Suasana serupa juga terasa di House of Hope (HOH). Panti ini menampung 66 anak, mulai dari bayi hingga usia SMA yang berstatus yatim piatu atau berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Di sini, bantuan yang disalurkan selain uang tunai juga lebih fokus ke kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan makanan anak-anak.
Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ada harapan besar agar ITN Malang bisa lebih peka dan terus memberikan dukungan nyata bagi lingkungan sekitar.
“Tujuannya murni berbagi kasih. Kami berharap adik-adik panti selalu sehat. ITN Malang semakin dikenal luas, dan adik-adik kemarin juga turut mendoakan kampus ITN. Kedepannya, semoga kami bisa lebih banyak lagi memberikan support ke panti dan sekeliling lebih banyak lagi,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

