Michella Wishtine dengan karyanya “Tower Rapunzel” menyabet juara 1 lomba menghias telur paskah di Kapel St. Thomas Aquinas, Kampus 2 ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ratusan lilin menyala memberi terang di lingkungan Kampus 2, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) pada Sabtu malam (04/04/2026). Suasana khidmat begitu terasa saat umat Katolik mengikuti Misa Vigili Paskah (Malam Paskah) di Unit Pastoral, Kapel St. Thomas Aquinas. Prosesi yang dimulai dengan Liturgi Cahaya ini menjadi momen penuh haru sekaligus syukur merayakan kebangkitan Yesus Kristus.
Baca juga: Rayakan Natal, ITN Malang Perkuat Harmoni dan Optimisme di Tahun 2026
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD, yang hadir bersama keluarga tampak menyatu dengan umat. Dalam sambutannya usai misa, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengurus dewan paroki dan kapel.
“Kami mewakili sivitas akademika mengucapkan selamat Paskah. Semoga terang kebangkitan Kristus senantiasa memberkati langkah kita semua. Luar biasa, perayaan di kapel ini dari tahun ke tahun terasa semakin meriah dan membawa warna bagi kita dan ITN,” ungkap Rektor.
Pesan reflektif juga datang dari Romo Cayetanus Andreas Masriat, Pr., memimpin misa. Dengan gaya bahasa yang dekat dengan keseharian, romo yang akrab disapa Romo Novly ini mengajak umat untuk membawa semangat Paskah lebih cepat dari “kecepatan internet”.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., PhD, bersama keluarga, dan Romo Cayetanus Andreas Masriat, Pr., foto bersama usai Misa Malam Paskah. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
“Semoga peristiwa kebangkitan Tuhan membuat kita bangkit dari hati yang mungkin sedang gelisah atau cemas, menuju rasa penuh syukur. Apa yang sudah kita latih selama masa prapaskah, seperti pantang marah dan iri hati, harus tetap dibawa dan dikembangkan setelah Paskah ini,” pesan Romo Novli.
Ada semangat baru dalam panitia Paskah tahun ini. Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Albertus de Trapani, J. Dwi Suhartono, menjelaskan, bahwa sejak diberkati oleh Uskup Keuskupan Malang, kepanitiaan Kapel ITN Malang kini terintegrasi penuh dengan paroki.
Hal ini sejalan dengan tema Keuskupan Malang, “Berjalan Bersama Kaum Remaja,” menuju perayaan 100 tahun keuskupan di tahun 2027 mendatang. “Kami ingin mewujudkan Gereja Berwajah Muda. Kapel ini sangat strategis sebagai gereja mahasiswa, tempat di mana anak muda bisa mengekspresikan iman dan menjadi ujung tombak pelayanan,” jelas Dwi saat ditemui usai misa.
Baca juga: Halalbihalal ITN Malang: Perkuat Empati dan Kebersamaan di Tengah Tantangan Dunia Pendidikan
Suka cita Paskah pun berlanjut hingga Minggu siang melalui berbagai lomba yang diikuti anak-anak Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner), Orang Muda Katolik (OMK), dan para orang tua. Seperti lomba berburu telur paskah yang diikuti semua peserta, serta lomba menghias telur dan kuis bagi anak-anak Sekami.
Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah lomba menghias telur yang dimenangkan oleh Michella Wishtine. Siswi kelas 4 SD Kristen Marsudisiwi ini menghias telur dengan ide yang unik. Ia membuat menara dari wadah shuttlecock bertajuk “Tower Rapunzel”. Di sana ia menuliskan kalimat polos namun bermakna: “Kasih Yesusku lebih tinggi dari tower Rapunzel dan lebih panjang dari rambut Rapunzel.”
“Idenya dari aku dan mama, buatnya dua hari juga dibantu mama,” cerita Michella polos. Saat ditanya mengenai hadiah uang tunai yang diterimanya, ia mengaku ingin menabungnya.
Mulai dari kesyahduan lilin Malam Paskah hingga tawa anak-anak yang berburu telur, perayaan Paskah di Kapel St. Thomas Aquinas, ITN Malang tahun ini benar-benar menjadi pengingat bahwa iman dan harapan akan selalu membawa kegembiraan bagi siapa saja. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

