Peserta Uji Kompetensi PLC ITN Malang serius mengikuti ujian tulis dan praktek. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Sebanyak 25 peserta dari berbagai program studi berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi PLC (Programmable Logic Controller), dan mendapatkan sertifikasi pada Jumat, (22/08/2025). Kegiatan ini merupakan puncak dari pelatihan intensif selama tiga hari yang diadakan di Kampus 2 ITN Malang.
Baca juga: ITN Malang Gandeng BNSP, Perkuat Keterampilan Otomasi Mahasiswa Lewat Sertifikasi PLC
Pelatihan dan sertifikasi ini merupakan kolaboratif antara Program Studi Teknik Listrik D-3 dan Teknik Elektro S-1 ITN Malang. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis yang sangat dibutuhkan di industri. Pesertanya pun beragam, tidak hanya mahasiswa ITN dari program studi Teknik Elektro S-1 dan Teknik Mesin S-1, tetapi juga mahasiswa dari Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Salah satu peserta yang berhasil meraih sertifikasi adalah Aura Satria Hamzah, mahasiswa Teknik Elektro S-1 ITN Malang. Ia menuturkan pentingnya sertifikasi ini bagi karirnya kelak. “Sebagai mahasiswa elektro dengan peminatan elektronika, saya harus paham sistem kendali seperti PLC. Kalau lulus nanti tidak punya sertifikasi, saya tentunya rugi. Sertifikasi ini memberikan nilai lebih di tengah banyaknya pesaing saat melamar pekerjaan,” jelas mahasiswa angkatan 2022 ini.
Menurut Aura, tantangan terbesar selama proses sertifikasi adalah saat harus menjawab pertanyaan dari asesor secara cepat dan tepat. Meskipun penuh tantangan, ia mengaku sangat bersemangat dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun.
“Kami diminta untuk langsung menjawab pertanyaan, dan berhadapan dengan banyak tekanan karena pesertanya banyak. Di sana, logika dan kemampuan problem solving kami benar-benar diuji untuk memecahkan masalah. Ini adalah kegiatan yang positif dan sangat penting untuk bekal kami di masa depan,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Wahyudi Nuriski, mahasiswa Teknik Mesin S-1 angkatan 2023 yang saat ini bekerja di vendor kelistrikan perkapalan di Surabaya. Wahyudi mengaku memiliki sedikit pemahaman tentang PLC dari pengalamannya di lapangan, dan belajar secara otodidak. Namun, pelatihan ini memberinya wawasan lebih mendalam.
“Apa yang saya pelajari dari dosen di sini (saat pelatihan) sangat relevan dengan apa yang saya temui di lapangan,” ujar Wahyudi. Ia bahkan berhasil mencuri perhatian salah satu dosen, Prof. Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST, MT., pemateri sekaligus Kepala Lab. Otomasi Industri dan Robotika, karena keaktifannya bertanya hingga mendapatkan hadiah sebuah buku.
Selama tiga hari pelatihan para peserta mendapatkan materi yang komprehensif, mulai dari pengenalan dasar-dasar gerbang logika hingga praktik langsung dengan tiga aplikasi pemrograman PLC sekaligus. Pada hari terakhir, mereka ditantang untuk membuat program sendiri dan menguji fungsionalitasnya pada perangkat PLC yang tersedia.
Bima Romadhon Parada Dian Palevi, ST., MT., salah satu asesor dari BNSP turut memberikan pandangannya. Menurut Bima, secara umum pelaksanaan ujian berjalan lancar, dan peserta baik dari ITN maupun ITS berhasil menyelesaikan tantangan dengan baik.
“Mahasiswa dari jurusan elektro relatif lebih lancar karena memiliki dasar yang kuat terhadap materi ini. Sementara, bagi mahasiswa dari jurusan lain seperti teknik mesin kami melihat adanya tantangan dalam memahami simbol dan program yang digunakan,” jelas Bima.
Ia menekankan bahwa hal ini wajar mengingat perbedaan latar belakang keilmuan. Untuk itu, Bima menyarankan agar kedepannya kegiatan pelatihan bagi mahasiswa dari program studi di luar teknik elektro diberikan waktu yang lebih panjang untuk pendalaman materi.
“Diperlukan treatment dan waktu latihan ekstra agar mereka bisa lebih menguasai konsep dan aplikasi PLC. Butuh kerja keras dari semua pihak,” tutupnya. Sertifikasi kompetensi PLC ini diharapkan dapat menjadi kunci bagi para lulusan untuk membuka peluang karir yang lebih luas dan berkontribusi secara nyata di dunia industri. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

