Siswa SMK Negeri 1 Pujer Bondowoso mengujungi bengkel kreatifitas Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) S-1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Sebanyak 70 siswa Jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), SMK Negeri 1 Pujer, Bondowoso, Jawa Timur mengunjungi Program Studi (Prodi) Teknik Mesin S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Agenda kunjungan industri ini merupakan kali pertama bagi sekolah tersebut ke ITN Malang.
Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Prodi TBSM, Dona Dwi Putra, S.Pd., disambut hangat oleh Sekretaris Prodi Teknik Mesin S-1, Tutut Nani Prihatmi, SS., S.Pd., M.Pd., dan Kepala Lembaga Penerimaan dan Promosi Mahasiswa Baru (LP2MB), Adhy Ariyanto, ST., MT., di Ruang Amphi Mesin Lt 2, Kampus 2 ITN Malang, Senin, (11/08/2025).
Baca juga: Tingkatkan Potensi Siswa, ITN Malang dan SMA Islam NU Pujon Jajaki Kolaborasi
Tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan wawasan lebih luas kepada para siswa tentang dunia pendidikan tinggi di bidang teknik mesin, yang masih relevan dengan jurusan mereka. Selain mendapatkan penjelasan, para siswa juga berkesempatan mengunjungi beberapa laboratorium, seperti Laboratorium Material, CAD Studio, Laboratorium Motor Bakar, dan Laboratorium Manufaktur, serta bengkel kreativitas Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM).
Sekprodi Teknik Mesin S-1, Tutut Nani Prihatmi menjelaskan bahwa kunjungan ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa dunia teknik mesin sangat luas, dan menarik, serta masih terkait dengan jurusan mereka di sekolah.
“Saat di Laboratorium Metalurgi, mereka menunjukkan antusiasme tinggi pada proses pengujian bahan yang ditunjukkan oleh Kepala Lab. Metalurgi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.
Ia berharap kunjungan ini menjadi awal dari ekosistem yang saling menguntungkan, dan Teknik Mesin S-1 ITN Malang siap membantu jika ada kebutuhan kerja sama, seperti penerimaan mahasiswa baru, magang, pelatihan, atau riset.
Sementara Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto menyambut para siswa dengan ajakan untuk melihat dunia di bidang teknik mesin yang ada di ITN Malang. Ia menekankan, pada jenjang perguruan tinggi tidak ada jurusan spesifik seperti TBSM, melainkan teknik otomotif atau teknik mesin yang cakupannya jauh lebih luas.
“Di Teknik Mesin ITN, mahasiswa bisa mengembangkan potensinya tanpa melihat jurusan di sekolah asalnya. Mereka bisa belajar otomotif, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), TBSM, manufaktur, hingga desain,” jelas Adhy.
Baca juga: ITN Malang dan MGBK Kota Malang-Batu Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Guru BK dan Arah Studi Siswa
Ia juga memperkenalkan program “ekosistem sekolah” ITN Malang, di mana sekolah yang bekerja sama akan mendapat berbagai keuntungan, seperti tes minat bakat gratis untuk siswa serta potongan biaya kuliah jika melanjutkan ke ITN Malang.
Kepala Prodi TBSM SMK Negeri 1 Pujer, Dona Dwi Putra, S.Pd., menyampaikan, kunjungan ini sangat penting untuk membuka wawasan siswa kelas 11. “Selama ini, lulusan SMK identik dengan orientasi bekerja, dan hanya sedikit yang melanjutkan kuliah,” katanya.
Ia berharap, kunjungan ini dapat mengubah mindset para siswa agar mereka memiliki gambaran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak hanya berfokus mencari pekerjaan di sekitar daerah saja. “Ini yang perlu kami ubah. Padahal di luar daerah banyak peluangnya, baik kuliah maupun pekerjaan,” tambah Dona.
Dona juga berharap, dengan melihat langsung berbagai fasilitas dan pengembangan di ITN Malang, para siswanya bisa memiliki cita-cita yang lebih besar, seperti tidak hanya menjadi operator, tetapi juga mampu menciptakan mesin sendiri di masa depan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

