itnmalangnews.id – Suksesi tim U.A.R.T 1 ITN Malang dalam meraih juara 1 Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) bukan suatu pemberian yang cuma-Cuma. Raihan itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sungguh-sungguh. Hingga akhirnya menemukan sesuatu yang membuat kapal buatannya menjadi berbeda dengan yang lain.
Menurut Ir. Totok Sugiarto,MSME, dosen pembimbing, rahasia kemenangan tim U.A.R.T 1 tidak terlepas dengan ditemukannya teknologi baru pada kapalnya yaitu propulsi water jet. ITN Malang menjadi saru-satunya tim yang menggunakan sistem ini pada baling-balingnya. “Dalam lomba kemarin, para peserta masih menggunakan baling-baling tradisional sehingga kapal mereka tidak dapat bermanuver dengan baik,” terang Totok dalam jumpa pers di ruang sidang rektorat.
Adapun kelebihan dari penggunaan sistem ini, imbuh pria yang juga Lembaga Bisnis dan Diklat itu, kapal dapat belok memotong sehingga saat bermanuver dapat lebih cepat dan menghemat waktu. Sementara baling-baling tradisional membutuhkan ruang yang lebih lebar untuk belok dan tentu saja memakan waktu. “Kelebihan lain dari water jet adalah jika ada benang atau benda-benda mengapung lainnya tidak mengganggu baling-baling, karena ada penyaringnya di bawah lambung kapal,” katanya.
Rahasia lainnya yang tidak diketahui oleh para peserta lainnya dalam lomba bertema Rescue itu adalah penggunaan mesin yang memang sengaja dibeli dari Jepang. Bagi Totok mesin Jepang lebih bisa diandalkan ketimbang produk-produk lainnya. “Kapasitas mesinnya 30 cc, dari Jepang, kemudian kita otak-atik dengan sistem kami sehingga sesuai kebutuhan yang disyaratkan oleh DIKTI. Misalnya knalpotnya kita modif sehingga bunyinya tidak nyaring dan bising,” tutur salah dosen Fakultas Teknik Industri tersebut .
Rahasia terakhir yang tak kalah pentingnya adalah penggunaan pemberat dab double trap di lambung kapal. Pemberat dimaksudkan agar kapal tidak oleng dan tetap stabil melaju dengan cepat. Sementara double trap untuk memecah buih-buih air yang menempel di lambung kapal. “Untuk pemberat kita gunakan timah, ini penting, tampanya kapal akan loncat-loncat saat melaju cepat di air,” pungkasnya. (her)
