Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) ITN Malang melaksanakan Bina Desa di KB Anak Bangsa Mandiri Dusun Kuso, Kalisongo, Kecamatan Dau, Malang. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Suasana Dusun Kuso, Kalisongo, Kecamatan Dau, Malang, tampak lebih sibuk dari biasanya. Selama tiga hari, pada Jumat-Minggu (24 -26/042026) kemarin, mahasiswa berbagai angkatan dari Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA), Prodi Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) hadir mempraktikkan ilmu arsitektur mereka langsung ke masyarakat melalui kegiatan Bina Desa.
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Juara 2 Desain Altar GKJW, Usung Konsep Budaya Meru
Menariknya, sasaran mereka kali ini adalah anak-anak usia dini di KB Anak Bangsa Mandiri. Dengan tema “Fun Architecture Learning: Building Awareness of Space and Environment Since Early Age,” para mahasiswa ingin mengenalkan bahwa arsitektur bukan soal gedung saja, tapi juga tentang kenyamanan ruang dan lingkungan sejak dini.
“Kami ingin anak-anak mulai kenal apa itu bentuk, ruang, dan lingkungan lewat cara yang seru dan kreatif,” ujar Yuni Purwatiningsih, Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat HMA angkatan 2023, saat dihubungi lewat sambungan Whatsapp.
Sekitar 20 mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim. Mereka bahu membahu, ada yang fokus ke perbaikan fisik, edukasi, hingga dokumentasi. Pilihan lokasinya pun bukan tanpa alasan; kondisi pagar sekolah yang mulai rusak dan dinding yang kusam menjadi prioritas mereka. HMA dalam aksinya didampingi oleh dosen pembina, Amar Rizqi Afdholy, ST., MT.
Senada dengan Yuni, M. Ali Mustofa selaku Ketua Pelaksana Skala Ceria menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi wadah mahasiswa untuk mengasah empati dan komunikasi langsung di lapangan.
Menurut Ali, mahasiswa mulai memperbaiki dinding pagar yang rusak demi keamanan, lalu memolesnya dengan cat warna-warni agar suasana belajar jadi lebih ceria, dan ramah anak. Tak hanya luar ruangan, furnitur di dalam kelas pun ikut ditata ulang agar proses belajar mengajar lebih efektif dan nyaman.
“Tim edukasi mengajak anak-anak bermain dengan konsep arsitektur sederhana. Mulai dari mewarnai “rumah impian”, membuat prakarya dari botol bekas untuk mengenalkan konsep daur ulang, hingga simulasi memilah sampah organik dan anorganik,” terangnya. Semuanya dibungkus dalam permainan interaktif yang membuat anak-anak antusias.
Baca juga: Mandat Kompak HMA ITN Malang: Dari Bagi-Bagi Takjil di Jalan Hingga Bukber Lintas Angkatan
Langkah nyata mahasiswa Arsitektur ITN Malang ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan KB Anak Bangsa Mandiri mengaku, selama ini sudah banyak mahasiswa yang datang berkunjung ke PAUD, namun biasanya hanya sebatas observasi untuk data penelitian.
Ali bercerita betapa senangnya salah satu guru di sana karena akhirnya ada aksi nyata yang sesuai dengan bidang arsitektur. Mulai dari memperbaiki pagar, mengecat, hingga menata kelas supaya lebih baik. “Baru kali ini ada yang memberi solusi sekonkret, ini sangat membantu kami”, tutur Ali menirukan ucapan guru tersebut.
Melalui Skala Ceria, para calon arsitek ini membuktikan bahwa ilmu tata ruang dan material bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai sini, tapi terus berlanjut menjadi program yang inovatif dan memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup orang banyak. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

