itnmalangnews.id – Nabi pernah bilang begini: barang siapa yang hari-harinya lebih baik dari sebelumnya berarti dia beruntung. Dan barang siapa yang amaliahnya hari ini sama dengan hari kemarin berarti dia merugi, dan barang siapa yang amaliyah hari ini lebih lebih buruk dari kemarin maka dia celaka. Demikian ustad Arwandi memulai ceramahnya dalam acara buka besama yan merupakan rangkaian Gema Ramadhan keluarga besar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang di kampus I, Sabtu (10/6).
Menurut pria yang juga imam masjid Mujahirin tersebut hadist tersebut sangat cocok kalau kita gunakan untuk menguji sejauh mana ibadah kita selama bulan puasa. Apakah ibadah Ramadan yang dijalani sudah semakin meningkat dari sebelumnya atau malah semakin menurun. “Fakta yang terjadi saat ini, di awal puasa mesjid pasti penuh orang salat tarawih, pada pertengahan ramadan shafnya sudah tiga tiga baris. Tapi mungkin mereka tarawih di rumahnya masing-masing,” terang Irwandi.
Padahal, lanjutnya, keutamaan Ramadhan itu bukan hanya di awal saja melainkan terus dilipatkangandakan semakin ke belakang. Dan tentu akan merugi jika menyia-nyiakan kesempatan tersebut. “Tentu akan semakin baik pula, jika tarawehnya juga dilakukan secara berjamaah di masjid,” kata dia.
Lebih lanjut ada tiga jenis orang dalam menjalankan puasa. Pertama, mereka yang semakin hari semakin bertambah ibadahnya. Setelah di awal-awal hanya tarawih di masjid kini ditambah dengan i’tikaf. Kedua, mereka yang semakin hari ibadahnya tetap itu-itu saja. Ketiga, semakin hari semakin mundur. “Ramadan pertama tarawih berada di shaf pertama, pertengahan bergeser ke tengah shaf, dan hari-hari akhir Ramadan sudah tidak tampak di masjid,” kata dia.
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor ITN Malang, Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT, Wakil Rektor I, Dr. Ir. Kustamar, MT, Wakil Rektor II, Dr. Ir. Julianus Hutabarat, MSIE. (her)
