itnmalangnews.id – ITN Malang layak disebut laboratorium toleransi antar umat beragama. Bagaimana tidak, dua tokoh berbeda agama memimpin doa secara bergantian dalam acara tasyakuran dan doa bersama ITN Malang di auditorium Kampus I, Rabu (4/5). Acara dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan serta anggota yayasan P2PUTN (Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum Dan Teknologi Nasional).
Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT dalam sambutannya mengatakan semua yang hadir disini dalam rangka bentuk syukur sekaligus doa bersama. “Bersyukur dari apa yang selama ini sudah kita capai, juga tidak lupa mendoakan sesama teman, rekan dan pejabat-pejabat yang sudah meninggalkan kita,” terangnya.
“Hanya doa yang sanggup membentengi diri kita, karena doa itu adalah perisai umat mukmin,” jelas ustad H. Wachid Toha dalam tausiahnya. Ketika manusia meninggal dunia amalnya putus kecuali tiga perkara : sodaqoh jariyah; ilmu yang bermanfaat, sebaik-baik manusia adalah berguna bagi sesama; anak sholeh dan sholehah, anak sedarah daging dan anak asuh.
Suasana doa bersama ITN Malang makin hikmat tatkala memasuki doa bersama. Doa menurut agama Islam dipimpin oleh ustad H. Wachid Toha dari Malang, dan dilanjutkan menurut agama Kristen yang dipimpin oleh Dr. Fouri Handoko St., MT. (sar)

