Para siswa SMK Al Islam Kalijambe mengeksplorasi Lab Mobile Programming, Teknik Informatika ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ruang Metaverse & Immersive Technology Center, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mendadak hidup, Rabu (28/01/2026). Siswa tampak antusias bergantian mencoba perangkat Virtual Reality (VR). Inilah potret kunjungan industri 31 siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), SMK Al Islam Kalijambe, Sragen, ke Teknik Informatika S-1 di Kampus 2 ITN Malang.
Sebelumnya, kehadiran mereka bersama 7 guru pendamping disambut hangat oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Teknologi Industri (FTI), Drs. Sumanto, M.Si. Dalam sambutannya, Sumanto menegaskan bahwa ITN Malang sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu.
“Kami berterima kasih sudah dipercaya sebagai sumber ilmu. Mulai dari TK sampai SMK, kami selalu membuka diri. Apa yang kami miliki di sini, silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai sarana belajar,” ungkap Sumanto di Ruang Amphi Mesin, Lt 2.
Bagi pihak sekolah, kunjungan ini punya misi khusus. Febri Saputro, S.Kom., Waka Kesiswaan SMK Al Islam Kalijambe, bercerita bahwa mereka sengaja memilih ITN Malang karena melihat fasilitas praktiknya yang tergolong lengkap, dan menarik di media sosial.
“Jujur saja, sambutannya luar biasa. Sejak awal kontak lewat medsos dan WA responnya sangat baik. Bahkan dari gerbang depan, Pak Satpam dan mahasiswa menyambut kami dengan ramah. Ini jadi ilmu dan pengalaman tersendiri buat kami, terutama soal pemberian pelayanan kepada tamu,” kata Febri.
Ia juga menambahkan bahwa mayoritas siswanya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Karena itu, pihak sekolah sangat terbantu dengan adanya informasi beasiswa. “Kami ingin memfasilitasi anak-anak agar tidak hanya berhenti di dunia kerja, tapi juga bisa kuliah. Apalagi tadi juga ada info beasiswa KIP Kuliah dan beasiswa mitra,” tambahnya.
Baca juga: Kampus 2 ITN Malang Jadi “Laboratorium Raksasa” Pemetaan SMKN 1 Singosari
Sebelum berkeliling, tim PMB ITN Malang juga memberikan tes minat bakat untuk membantu siswa memetakan potensi mereka. Salah satu siswa, Gebi, sempat mencuri perhatian karena hasil tesnya menunjukkan jiwa artistik dan enterprising yang kuat. Berdasarkan skornya, Gebi direkomendasikan cocok mengambil jurusan Bisnis Digital atau Arsitektur.
Petualangan sesungguhnya ada di deretan laboratorium Teknik Informatika. Salah satunya di Lab Mobile Programming, siswa disuguhkan berbagai prototipe sistem embedded, seperti: Smart Home, pintu dengan kode PIN (RFID) dan jemuran otomatis yang masuk sendiri jika hujan. Peternakan Modern, sensor ultrasonik untuk mendeteksi kedatangan sapi serta simulasi kandang ayam otomatis. Mesin Sortir, alat pemilah barang otomatis berdasarkan warna.
Putri Maediani, salah satu siswi mengaku paling berkesan saat berkunjung ke dunia metaverse, dan lab jaringan. “Seru banget, apalagi pas nyoba VR tadi. Alat-alat di sini canggih, jadi makin nambah wawasan dan makin pengen kuliah,” tuturnya bersemangat. Senada dengan Putri, Faris Rizki Alfian juga merasa waktu kunjungan terasa sangat singkat karena banyak teknologi menarik yang ingin ia pelajari lebih dalam. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

