SMKN 1 Pleret Bantul, kunjungan industri ke Teknik Elektro ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Kampus 2 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menerima kunjungan industri dari SMKN 1 Pleret, Bantul, Yogyakarta, pada Senin (02/02/2026). Sebanyak 74 siswa jurusan Teknik Jaringan Tenaga Listrik (TJTL) didampingi tiga guru pendamping hadir untuk mengeksplorasi secara langsung penerapan teknologi energi terbarukan yang menjadi salah satu unggulan di Kampus Teknik dan Bisnis.
Baca juga: Bukan Sekadar MoU Formal, ITN Malang dan MAN 2 Jombang Bangun Ekosistem untuk Siapkan “Skill” Siswa
Sekretaris Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Sotyohadi, ST., MT., menyambut hangat rombongan di Ruang Amphi Mesin Lt. 2. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal yang baik untuk membangun hubungan berkelanjutan antar institusi.
“Kami berharap ini tidak hanya sekadar kunjungan seremonial. Apa yang adik-adik lihat di sini diharapkan mampu memicu tindak lanjut yang positif bagi kedua belah pihak, baik bagi ITN Malang maupun SMKN 1 Pleret. Semoga kehadiran kalian membawa dampak baik bagi pengembangan wawasan di bidang kelistrikan,” ujar Sotyohadi.
Ketua Komite SMKN 1 Pleret, Sumedi Waluyo, menjelaskan, tujuan utama membawa para siswa ke ITN Malang adalah untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dengan realita di lapangan. Menurutnya, fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di ITN Malang merupakan laboratorium nyata yang sangat berharga bagi para siswa.
“Di sekolah, anak-anak kami baru mendapatkan teori. Hari ini, kami ingin mereka melihat langsung bagaimana penerapan PLTS tersebut. Kami berpesan agar para siswa mencatat setiap informasi teknis agar nantinya dapat diimplementasikan atau menjadi bahan diskusi di sekolah,” tutur Sumedi.
Sebelum menuju ke Prodi Teknik Elektro untuk pendalaman materi teknik, tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITN Malang juga memberikan fasilitas tes minat bakat bagi para peserta. Tes ini dirancang khusus tidak hanya untuk memetakan jurusan perkuliahan yang sesuai, tetapi juga memberikan rekomendasi profil pekerjaan yang relevan dengan potensi masing-masing siswa.
Setelah berada di area PLTS dan Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT), para siswa mempelajari perbedaan mendasar antara sistem on-grid dan off-grid. Secara singkat, sistem on-grid merupakan sistem yang terhubung langsung dengan jaringan transmisi listrik (seperti PLN), sementara sistem off-grid bersifat mandiri dengan menggunakan baterai sebagai penyimpanan cadangan energi.
Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa, salah satunya Teuku Iqbal. Ia mengaku terkesan dengan bimbingan dari para mahasiswa ITN yang mendampingi mereka di laboratorium.
“Senang sekali bisa berkunjung ke ITN Malang. Kami bisa belajar banyak soal PLTS langsung dari kakak-kakak mahasiswa. Saya memang tertarik di bidang listrik karena selain asyik mendalami jaringannya, prospek kerjanya juga sangat luas,” ungkap Iqbal.
Kesan positif juga disampaikan oleh Rafi Oktaviano, Raihan Navi, dan Abian Rizky. Menurut Rafi, suasana Kampus 2 ITN Malang yang sejuk dan asri membuat proses belajar menjadi lebih nyaman. Ia juga mengapresiasi keramahan para mahasiswa yang sangat terbuka saat sesi tanya jawab mengenai proses kerja PLTS di laboratorium EBT. (Mita Erminasrai/Humas ITN Malang)

