Simulasi Lalu Lintas Melalui Workshop Software PTV Vissim 8

itnmalangnews.id – Kemacetan merupakan permasalahan transportasi yang sering dialami oleh pengguna jalan raya. Kemacetan juga berpotensi menimbulkan dampak negatif misalnya polusi yang dapat menimbukan masalah kesehatan bahkan hingga stress. Sebelum mengatasi masalah tersebut maka perlu dilakukan analisis terhadap faktor-faktor apa saja yang dapat menimbukan masalah tersebut. Analisis yang cermat dengan menggunakan alat yang tepat sangat dibutuhkan. Hal inilah yang diungkapkan oleh Sigit W. Prasetya CEO Transforum dalam “One Day Workshop Pelatihan Pengenalan Permodelan Simulasi Lalu Lintas dengan Software Vissim 8”, di Kampus I ITN Malang Kamis (13/10).

simulasi-lalu-lintas-melalui-workshop-software-ptv-vissim-8Software Vissim 8 digunakan untuk melakukan analisis dengan cara simulasi lalu lintas mikroskopik modeling. Menurut directortransforum sekaligus PTV certified trainer ini, ada 18 varian produk lainnya di dunia. Tetapi software vissim bisa menampilkan simulai 3D, sedangkan yang lainnya hanya menampilkan 2D. “Pada akhirnya semua rancangan, gagasan pada perbaikan transportasi butuh 3D. Karena belum tentu stakeholder paham akan angka-angka, jadi perlu ditampilkan 3D realitas di lapangan sehingga memudahkan para penentu kebijakan mencerna gambar” ungkapnya kepada itnmalangnews.id disela-sela acara workshop.

Beberapa kota di Indonesia telah menggunakan software Vissim, antara lain Jakarta,  Pemrov Sumatra Utara, Pekanbaru, Semarang, Makassar. “Ini merupakan market leader. Lima sampai 10 tahun ke depan menjadi kebutuhan traffic solutions untuk membantu pemerintah. Biasanya otoritas langsung uji coba di lapangan. Mestinya perlu dilakukan simulasi terlebih dahulu untuk melihat dampak baik atau buruk baru dilakukan di lapangan,” terangnya, dengan pelatihan ini diharapkan membantu mahasiswa mampu mendalami lalu lintas di Kota Malang.

40 peserta workshop terdiri dari mahasiswa semester tujuh diberikan software secara gratis versi student, sehingga mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ini mengikuti dengan antusias. “Pelatihan ini untuk menunjang mata kuliah rekayasa transportasi dan lalu lintas. Selain itu mahasiswa nantinya bisa mandiri melakukan analisis-analisis untuk studi dan kebutuhan lainnya,” terang Dr.Ir Nusa Sebayang, MT., dosen ITN Malang yang juga lulusan doktor di UB. (sar)

(Visited 1,504 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *