SMKS PGRI Singosari belajar di Lab. Metalurgi Teknik Mesin ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ada pemandangan berbeda di ruang Amphi Mesin Lt 2, Kampus 2, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Kamis (08/05/2026). Sebanyak 31 siswa dari SMKS PGRI Singosari, Malang datang untuk merasakan atmosfer perkuliahan lewat program Trial Class Program Studi Teknik Mesin S-1.
Baca juga: Buka Wawasan Karier, ITN Malang Ajak Siswa SMKN 1 Sumberasih Berani Bidik Posisi Pimpinan
Para siswa berasal dari jurusan Teknik Otomasi Industri (TOI), Elektronika Industri (TEI), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), hingga Teknik Kendaraan Ringan (TKR) diajak menyelami dunia teknik lebih dalam. Didampingi guru BK, R. Indah Nurcahyani, S.Pd., dan Siti Aisyah, S.Pd., rombongan disambut hangat oleh Kaprodi Teknik Mesin S-1, Dr. Eko Yohanes Setyawan, ST., MT., beserta jajarannya.
Eko Yohanes pada sesi motivasi berbagi cerita yang cukup menyentuh sekaligus memicu semangat. Ia mengaku dulunya sempat merasa seperti “salah jurusan” saat pertama kali masuk Teknik Mesin karena latar belakangnya dari SMA.
SMK PGRI Singosari merasakan atmosfer kuliah di Teknik Mesin ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
“Waktu itu saya bingung, teman-teman dari SMK sudah jago ngelas dan bubut, saya belum bisa apa-apa. Akhirnya saya beli alat las sendiri, belajar di rumah. Ternyata kuncinya cuma satu ‘niat’,” kenang Eko di hadapan para siswa.
Ia menekankan bahwa kuliah bukan soal adu keahlian praktik semata, melainkan membentuk pola pikir (mindset). “Di S1, kalian dicetak untuk berpikir. Orang mesin itu dituntut cepat dan tepat karena kita tidak punya waktu untuk mengulang kesalahan. Jadi, kalau ada sarjana susah cari kerja, saya bingung. Berarti dia tidak punya skill atau niat. Pekerjaan itu banyak, bahkan bisa diciptakan kalau kita peka dengan lingkungan,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Kepala LP2MB ITN Malang, Adhy Ariyanto, ST., MT., menjelaskan perbedaan mendasar antara dunia SMK dan bangku kuliah. Menurutnya, siswa SMK memang disiapkan untuk langsung bekerja, namun kuliah di kampus teknologi seperti ITN Malang akan membawa mereka ke level yang lebih tinggi.
Baca juga: SMK Negeri 1 Pujer Kunjungi ITN Malang, Siswa TBSM Antusias Pelajari Dunia Teknik Mesin
“Lulusan SMK levelnya seringkali menjadi operator. Mereka dilatih untuk mencari masalah dan memperbaiki apa yang sudah ada. Namun di bangku kuliah, kalian diajari cara berpikir analitis,” ujar Adhy.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diajarkan untuk memperbaiki alat yang rusak, tetapi menganalisis mengapa sebuah komponen atau sistem digunakan sejak awal. Kuliah itu untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin di dunia kerja, bukan sekadar pelaksana teknis di lapangan.
SMK PGRI Singosari belajar di Laboratorium Metalurgi Teknik Mesin ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Setelah sesi motivasi, para siswa langsung belajar ke CAD Studio, dan Lab. Metalurgi. Di sana, mereka mencoba langsung perangkat lunak desain dan melihat pengujian logam.
Devi Septia Rahmadani, siswi jurusan TKJ, mengaku sangat antusias saat mencoba aplikasi Autodesk Inventor. “Seru banget! Baru pertama kali ini saya coba desain 3D untuk connecting rod dan piston sampai dirakit jadi pneumatik motor,” ungkapnya senang.
Begitu juga dengan Aqmal Brasmastia Widodo dari jurusan TOI. Ia tampak serius saat mempelajari material besi hingga titanium di laboratorium. “Senang bisa tahu standar komputer desain yang bagus, dan belajar tes material langsung,” kata Aqmal yang berencana ingin kuliah sambil bekerja.
Inovasi trial class ini mendapat apresiasi dari guru BK SMKS PGRI Singosari, R. Indah Nurcahyani, S.Pd. Menurutnya, metode ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi di aula sekolah.
“Kalau hanya kunjungan ke sekolah, biasanya anak-anak malah ngobrol sendiri. Tapi kalau diajak langsung ke kampus seperti ini, mereka yang tadinya belum kepikiran kuliah jadi punya gambaran. Anak SMK itu tipikalnya lebih suka gerak dan praktik daripada sekadar membaca,” pungkas Indah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan bagi para siswa untuk lebih mantap menentukan masa depan mereka, sekaligus mempererat silaturahmi antara SMKS PGRI Singosari dan ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)


