Acara “Perzpective”, kolaborasi antara Prodi Arsitektur S-1 ITN Malang dengan Elephant Woodplank dan Elephant Gypsum. (Foto: Bayu/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ratusan mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN Malang) memadati Gedung Arsitektur R. 4A pada Kamis (27/11/2025). Mereka antusias mengikuti program diskusi arsitektur dan konstruksi dalam program “Perzpective”, hasil kolaborasi antara Prodi Arsitektur ITN Malang dengan Elephant Woodplank dan Elephant Gypsum.
Acara ini merupakan wujud komitmen Prodi Arsitektur dalam menjembatani dunia akademik dengan praktisi, memberikan wawasan langsung mengenai dinamika perancangan di era terkini. Sebanyak 120 mahasiswa dari angkatan 2022, 2023, dan 2024 hadir untuk mendengarkan langsung pengalaman dari narasumber ternama, termasuk dari Rendy Pradipta dari Renmeraki Architect, yang merupakan arsitek profesional di Malang.
Komitmen Kolaborasi dan Visi Arsitektur Hijau
Menurut Komang Ayu Laksmi H.S, ST., M.Ars, dosen Arsitektur ITN Malang, kegiatan ini merupakan implementasi nyata kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi. “Elephant Woodplank dan Elephant Gypsum memiliki program yang sejalan dengan visi misi Prodi Arsitektur, yaitu berkelanjutan, (arsitektur hijau), dan tetap menjunjung kearifan lokal,” ujar Komang.
Ia menambahkan, materi yang disampaikan oleh praktisi ini secara langsung menunjang beberapa mata kuliah inti di Prodi Arsitektur. “Materi sangat menunjang mata kuliah Perancangan Arsitektur, Proposal TA, dan Teknologi Bahan Bangunan,” jelasnya.
Dikatakan Komang, pemilihan Rendy Pradipta sebagai pembicara pun didasarkan pada strategi pihak Elephant yang ingin menghadirkan arsitek dengan exposure kuat di Kota Malang. Rendy Pradipta dikenal telah memiliki puluhan proyek fasilitas umum dan hunian. Mereka mengupas tuntas isu arsitektur terkini, mulai dari mewujudkan rumah sehat terkini hingga berbagai inovasi material bangunan berkelanjutan yang bisa diterapkan dalam desain.
“Pihak Elephant sudah kali kedua mempercayakan ke Prodi Arsitektur ITN dalam penyelenggaraan event ini. Kedepannya semoga kami masih terus dipercaya dan bisa berkolaborasi dengan jurusan arsitektur dari kampus lain,” harapnya.
Solusi Konstruksi Masa Depan: Green Material
Sesi pemateri dari Elephant Woodplank memberikan wawasan penting mengenai tuntutan klien yang semakin berkembang, terutama kebutuhan akan green material. Mereka memperkenalkan produk-produk inovatif yang dirancang sebagai alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk kayu alami.
Mukhammad Ilham Maulana, mahasiswa Arsitektur angkatan 2023 membeberkan satu inovasi unggulan Elephant Woodplank dalam produknya. Menurutnya, meskipun merupakan material campuran, produknya yang menyerupai serat kayu bisa tahan api hingga 3 jam, mudah dalam maintenance, serta cepat dalam pemasangan. Terbaru, mereka juga memperkenalkan produk yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika dinding, tetapi juga memiliki kemampuan meredam suara secara efektif dengan ketebalan yang minimal.
“Kalau Renmeraki Architect membagikan inspirasi tentang perjalanan mereka dalam membangun studio. Mereka menekankan bagaimana seorang arsitek harus mampu menyeimbangkan antara permintaan klien dan kondisi pasar serta material produk yang tersedia,” kata Ilham akrab disapa.
Menurutnya, ia merasa mendapatkan manfaat besar dari acara tersebut. “Kami mendapatkan wawasan baru mengenai dunia profesionalisme arsitektur dan ilmu tentang material yang sifatnya berkelanjutan. Ini sangat membuka wawasan kami,” ungkapnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

