Penutupan Gigantik, Rektor ITN Malang Ingatkan Mahasiswa Disiplin, Berprestasi, dan Lulus Tepat Waktu

Penutupan PKKMB Gigantik ITN Malang 2022 ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE

Penutupan PKKMB Gigantik ITN Malang 2022 ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE. (Foto: Humas ITN Malang).


itnmalangnews.id – Mahasiswa Institut Teknologi Nansional (ITN) Malang diharapkan menjaga kedisiplinan, menjadi mahasiswa yang rajin, berprestasi, dan lulus tepat waktu. Pesan tersebut disampaikan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi, MSEE pada upacara penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gigantik ITN Malang 2022.

Baca juga:  www.itn.ac.id 

“Kami harapkan adik-adik menjadi mahasiswa yang rajin, dan berprestasi serta lulus tepat waktu empat tahun. Jaga kedisiplinan menjadi seorang pembelajar yang mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan ITN Malang,” tutup rektor di lapangan basket Kampus 1 ITN Malang, Kamis (15/9/2022).

Sebanyak 800 mahasiswa baru Kampus Biru telah mengikuti rangkaian PKKMB institut mulai Senin-Kamis (12-15/9/2022). Mereka mendapat materi pengenalan kampus, UKM, Polresta Malang, BNN Kota Malang, Rindam V/Brawijaya, dan lain sebagainya. Dengan selesai mengikuti Gigantik, mahasiswa baru telah resmi menjadi keluarga besar ITN Malang. Dan, memiliki hak mendapat pengajaran seperti mahasiswa aktif lainnya.

Rektor mengingatkan mahasiswa baru untuk melaksanakan pembelajaran dengan penuh kedisiplinan sesuai yang telah diprogramkan. Selama belajar di ITN Malang mahasiswa juga akan didampingi oleh dosen wali. “Saudara tidak belajar sendiri, nanti ada dosen yang membimbing, dan teman-teman mahasiswa lainnya. Selama belajar di ITN saya harapkan saudara tekun mengejar cita-cita sebagai sarjana yang kompeten, dan lulus tepat waktu,” imbuh rektor yang akrab disapa Prof Lomi ini.

Baca juga: Gigantik Logo PKKMB ITN Malang Resmi Dirilis

Prof Lomi juga mengingatkan agar mahasiswa baru aktif mengikuti kegiatan organisasi himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), dan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Serta kegiatan-kegiatan yang membangun kompetensi. Karena semua pengalaman tersebut akan berguna kelak, ketika terjun ke masyarakat.

“Kami harap, kalian empat tahun kedepan atau 3,5 tahun bisa menjadi alumni ITN Malang. Selamat belajar semoga menjadi mahasiswa sukses,” ujarnya.

Penutupan Gigantik ITN Malang tahun ini spesial. Dimana biasanya petugas upacara dari anggota Rindam V/Brawijaya, kali ini semua petugas diambil dari mahasiswa baru ITN Malang. Kaurrendik Sbagdik (Staf Bagian Pendidikan) Rindam V/Brawijaya, Kapten Slamet Widayat, mengatakan, Rindam telah melatih maba pelatihan PBB, serta pelatihan tata upacara sekolah.

“Kami juga melatih tata upacara sekolah. Salah satu tujuannya juga untuk mempersiapkan maba menjadi petugas upacara penutupan PKKMB. Kemudian kami seleksi mana yang suaranya lantang, sikap, dan jalannya bagus. Alhamdulillah ini adik-adik maba ternyata bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Widayat akrab disapa, yang juga komandan kompi latihan PKKMB ITN Malang.

Kedepannya Widayat berharap ITN Malang bisa terus berkolaborasi dengan Rindam V/Brawijaya dalam mengisi acara PKKMB. Dimana materi dan kegiatan dari Rindam sangat membantu membangun jiwa patriotisme mahasiswa. “Kedepan waktu penutupan bisa di setting kembali, sehingga bisa berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena tahun ini pun berbeda dengan tahun kemarin sebelum pandemi. Kalau dulu semua petugas upacara dari Rindam, sekarang semua dari maba,” jelasnya.

Petugas upacara penutupan Gigantik ITN Malang yang dipilih memang tidak main-main. Sebagai pemimpin upacara penutupan adalah Herlan Hafiidh Jikwa. Mahasiswa Teknik Mesin S-1 ITN Malang ini dengan lantang memimpin jalannya upacara penutupan mulai awal hingga akhir acara.

Baca juga: PKKMB Gigantik ITN Malang Sambut 800 Mahasiswa Baru

Herlan mengungkapkan, awalnya ia merasa gugup dan grogi ketika ditunjuk menjadi pemimpin upacara. Meskipun sebelumnya ketika masih sekolah ia kerap menjadi pemimpin upacara di SMK. Namun, putra kelahiran Jayapura dan besar di Malang ini bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

“Jujur saya gugup dan nervous. Tetapi disaat bersamaan juga sangat excited dan bersemangat. Pengalaman menjadi pemimpin upacara pernah dulu ketika masih sekolah di MTS dan SMK. Saya juga pernah jadi ketua kelompok saat menjalani proses training di perusahaan. Saat training saya bertugas sebagai pemimpin upacara pada kegiatan bintalsik (program pembinaan mental dan sikap),” bebernya.

Herlan juga berkesan saat penutupan Gigantik, yang dulunya bernama OSPEK ITN Malang. Apalagi ketika akhir acara maba kompak menyerukan yel-yel. “Kami merasa sangat all out, dan bahagia. Karena kami semua dilihat langsung oleh rektor, wakil rektor, serta dekan. Alhamdulillah semua maba sangat bersemangat. Kegiatan PKKMB menjadi memorable (mudah diingat) bagi kami. Di akhir acara kami bisa bersenang-senang, dan berjoget bersama,” tandas pemuda berperawakan tinggi ini. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 262 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *