Pemkot Malang Realisasikan Kampung Culinary Heritage ITN Malang Di Kelurahan Klojen

itnmalangnews.id – Tak lama lagi Kota Malang akan memiliki kampung Culinary Heritage di kawasan kelurahan Klojen. Hal ini setelah desain kampung tematik yang dirancang oleh para ahli Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut direalisasikan oleh Pemkot Malang. “Lokasi Culinary Heritage akan membentang di Jl. Dr. Cipto hingga ke pertigaan Jl. Pajajaran, main gatenya yang sudah dibangun di Jl. Trunojoyo,” terang Putri Herlia Pramitasari, perancang desain kampung Culinary Heritage, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/2).

Pemkot Malang Realisasikan Kampung Culinary Heritage ITN Malang Di Kelurahan KlojenMenurut perempuan yang juga dosen arsitektur ITN Malang tersebut proses perealisasian salah satu kampung kebanggaan masyarakat Kota Malang itu terus berjalan. Beberapa pembangunan yang sudah dikerjakan di antaranya trotoar dengan desain tertentu serta main gate yang menunjukkan ke khasan kampung tersebut. “Kalau dipersenkan, kira-kira pembangunannya sudah terealisasi 10 persen, ini sudah beruntung. Dan, kami merasa senang karya kami diwujudkan oleh pemerintah,” terang dosen asli Malang tersebut.

Memang sudah selayaknya para ahli ITN Malang yang terlibat dalam kegiatan pembuatan desain tersebut menyatakan kebanggaannya. Karena desain yang direalisasikan ini merupakan 10 karya  terbaik dalam ajang lomba kampung tematik Kota Malang yang diselenggarakan  2016 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Putri itu juga menjelaskan asal dan beberapa konsep yang akan diwujudkan. Bahwa sebetulnya kampung kuliner ini berasal dari keinginan masyarakat Klojen sendiri yang memang memiliki berbagai jenis makanan khas Malang. Kelebihan itulah yang ingin diangkat. Berangkat dari kehendak warga ini, Putri bersama tim mencoba membuat desain yang cocok dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Maka dibuatlah Culinary Heritage yang memang sesuai dengan city branding Kota Malang yaitu wisata, edukasi dan industri. “Jadi prosesnya buttom up, sebelum dan pada saat membuat desain kami selalu berdiskusi melibatkan warga,” kata dia.

Baca: Merayakan Hari Bumi, Mahasiswa ITN Malang Menghijaukan Kawasan Bamboo Mewek

Baca: Malang Jantungnya Jawa Timur Sejak Zaman Belanda

Adapun konsep utama dari kampung ini adalah ruang terbuka publik yang menyenangkan (fun), ramah anak (kids friendly), dan edukatif. Beberapa perwujudan dari konsep ini di antaranya street shade (booth makanan), play scapes (area bermain), urban landscape (tempat sampah daur ulang), street scape untuk para pedestrian, dll. “Beberapa makanan yang akan dijual misalnya surabi imut, rawon, dan nantinya akan dikembangkan sendiri oleh warga jenis makanannya,” kata alumni Universitas Brawijaya (UB) itu.

Dengan demikian, Putri sangat yakin kampung ini akan menjadi destinasi wisata populer baru di Kota Malang. Pasalnya sejauh ini belum ada kawasan semacam itu. Selain itu ditopang dengan lokasinya yang sangat strategis. “Di klojen ini juga banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda buat dikunjungi, posisinya juga sangat strategis dekat hotel, dekat stasiun, dan tak jauh dari pusat pemerintahan Kota Malang,” tuturnya. (her)

(Visited 216 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *