Peduli Perubahan Iklim, ITN Malang Gelar Seminar Minim Sampah

itnmalangnews.id – Ada yang lain ketika menghadiri Seminar Planologi, Senin (22/04). Acara permulaan Spekta Planologi Event tersebut tidak menggunakan plastik sekali pakai. Konsumsi peserta diletakkan beralas daun pisang, sedangkan minumnya menggunakan gelas plastik, bukan air mineral gelas. Ini adalah rekomendasi dari para pembicara, khususnya Pandu Zanuar. “Saya mengapresiasi ITN Malang karena bisa membuat event yang meminimkan sampah,” puji Pandu.

Peduli Perubahan Iklim, ITN Malang Gelar Seminar Minim Sampah

 Pandu Zanuar mengajak peserta untuk merawat Bumi agar perubahan iklim tidak semakin parah. (foto: Ata/itnnews)


Pria yang bergabung dalam Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang ini kemudian menjelaskan realita perubahan iklim. Ia mengambil contoh dari film fiksi ilmiah Interstellar. “Di film Interstellar, Bumi sudah tidak layak ditinggali. Tidak ada udara bersih karena badai debu raksasa. Banyak spesies tanaman punah, menyisakan beberapa saja. Itu akan menjadi masa depan Bumi kita jika mengabaikan perubahan iklim. Badai pasir besar sudah pernah terjadi di Kaliandi, badai pasir India Utara. Sedangkan di pulau-pulau terluar Indonesia, terumbu karang mulai mati padahal pertumbuhan terumbu karang mencapai ratusan tahun,” jelasnya.

Kondisi tersebut terjadi saat titik kenaikan temperatur Bumi lebih dari tiga derajat. Namun, ambang batas Bumi adalah saat kenaikan temperatur dua derajat. Kalau sudah mencapai itu, Bumi tidak akan bisa menyembuhkan diri dan terus memburuk. Diperkirakan abad ini temperatur Bumi sudah naik 1,5 derajat.

Baca juga: Kumpulkan Paku 8 kg, Aksi Cabut Paku Mahasiswa ITN Malang Upaya Selamatkan Lingkungan

Baca juga: ITN Malang Membidani RTRW Sampai jadi Perda

Untuk menghadapi perubahan iklim, umat manusia harus melakukan adaptasi dan mitigasi. Hal-hal kecil yang dilakukan bisa membantu menyelamatkan Bumi. “Hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah hemat air dan energi serta mengurangi jumlah sampah plastik. Kita juga perlu membiasakan perilaku sehat seperti bersepeda dan berjalan kaki untuk mengurangi emisi kendaraan,” pungkas Pandu. (ata)

(Visited 122 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *