MoU dengan PT TEU, Bantu Ciptakan Ahli Ketenagalistrikan

itnmalangnews.id – PT Teknik Energi Utama (TEU) didirikan oleh Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT Indonesia Power (YPK IP) dan bergerak untuk menunjang sektor ketenagalistrikan. PT TEU bertujuan mendukung tercapainya strategi PT IP, khususnya mengenai ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten. Salah satu cara menerapkannya adalah bekerja sama dengan perguruan tinggi.

MoU dengan PT TEU, Bantu Ciptakan Ahli Ketenagalistrikan

Ir. Nasai Hamid, MM, Direktur Utama PT TEU, (duduk tiga dari kiri) foto bersama Rektor ITN Malang Dr.Ir Kustamar, MT (duduk tengah). (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)


Baca juga: www.itn.ac.id

“Kami sudah bekerja sama dengan berbagai kampus di berbagai provinsi. Contohnya Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Lambung Mangkurat, Institut Teknologi Bandung, dan sekarang Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang),” ujar Ir. Nasai Hamid, MM, Direktur Utama PT TEU, saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan ITN Malang, di kampus 1, Rabu (29/01/2020).

Adapun ruang lingkup kerja sama seperti magang dan penyaluran alumni. Namun, hal tersebut akan lebih luas lagi karena melibatkan penelitian, pembelajaran, dan pengabdian masyarakat.

“Kerja sama ini nantinya mengarah ke magang, penelitian, pengabdian, dan penyaluran alumni. Mahasiswa akan mendapat ilmu tentang pembangkit listrik selama enam bulan. Kami juga bisa membantu proses sertifikasi,” papar Nasai lebih jauh.

Baca juga: ITN Malang Miliki Laboratorium Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Berfasilitas Lengkap

Baca juga: ITN Malang jadi Penyelenggara Konferensi Internasional Kelistrikan, Teknologi, dan Informasi di Bali

Dengan kerja sama yang resmi ditandatangani ini, PT TEU berharap kedua pihak saling mendapatkan keuntungan. Institusi akan mendapatkan tambahan ilmu lapangan, dan PT TEU memperoleh bantuan ilmu akademisi. Lalu ketika alumni yang tersalurkan mampu bekerja dengan baik, maka perusahaan pun ikut berkibar.

“Kami butuh tenaga ahli, tetapi juga dituntut oleh waktu sehingga tidak mungkin kami maksimal dalam belajar. Maka dari itu, kami ingin bersinergi dengan tenaga ahli dan membantu mencetak tenaga ahli tersebut,” ungkapnya. (ata)

(Visited 421 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *