Metode Integrasi Energi Terbarukan Terinspirasi dari Gerak Ikan Salmon

itnmalangnews.id – Hal-hal sederhana yang terjadi di sekitar kita dapat menginspirasi penciptaan karya besar. Hal tersebut juga menimpa Arif Nur Afandi, ST,MT,MIAEng, MIEEE,Ph.D, yang mendapatkan ide pemrograman dari celetukan putranya tentang keanehan gerak ikan salmon. Dalam siklus hidup dan matinya, ikan salmon bergerak dari air tawar ke air laut. Salmon menempuh perjalanan tersebut memanfaatkan kompas magnet bumi, posisi matahari/cahaya, dan sensor penciuman.

Metode Integrasi Energi Terbarukan Terinspirasi dari Gerak Ikan Salmon

Arif kemudian mempelajari mekanisme alamiah tersebut, mengadopsikannya ke bidang ilmu serta formulasi, dan membuat model komputasi. Prosesnya tidak instan karena ia harus merumuskan pola migrasi salmon dan mengeksplorasi tingkah laku mereka. Program algoritma bernama ASTA pun disusun untuk diaplikasikan di bidang Teknik Elektro.

ASTA dirancang mengenai energi campuran yang optimal dan menargetkan Integrated Energy Mix Composition. Saat mengimplementasinya, ASTA dimasukkan seperti algoritma genetik dalam optimal decision. Untuk energi-energi terbarukan sendiri diintegrasikan dengan batasan berupa kondisi teknis dan standard lingkungan.

Ketika ditanya oleh peserta Seminar Nasional Fortei Regional VII di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengenai pemilihan energi terbarukan, menurut Arif tidak bisa asal memanfaatkan. Faktor yang harus diperhatikan adalah apakah potensi energi tersebut cukup untuk menunjang fasilitas. Karena jika tidak, pembangunan pembangkit energi menuai kerugian baik dari segi daya atau peralatan.

Baca juga: Anggota FORTEI Regional VII Ikuti Pengelolaan Manuskrip Jurnal di ITN Malang

baca juga: ITN Malang Terapkan Pengelolaan Jurnal Open Journal System (OJS)

“Energi terbarukan digalakkan tetapi persyaratannya diperketat agar tidak mengganggu sistem yang stabil. Lihatlah potensi daerah terdekat yang ingin dijadikan sumber energi terbarukan, karena energi air dan angin ada syaratnya. Energi matahari yang terkumpul pun tidak semuanya bisa dimanfaatkan,” jelasnya saat kegiatan Forum Teknik Elektro Indonesia (Fortei) Regional VII Jawa Timur, di kampus II ITN Malang, Sabtu (27/07). (ata)

Link : www.itn.ac.id

(Visited 314 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *