Mahasiswa Teknik Elektro S-1 Deteksi Gangguan Mesin dengan Prototipe Monitoring Gangguan Mesin Pabrik Berbasis Pengenalan Suara

Eka Nur Wahyuni, lulusan terbaik Teknik Elektro S-1 ITN Malang pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021

Eka Nur Wahyuni, lulusan terbaik Teknik Elektro S-1 ITN Malang pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021. (Foto: Yanuar/humas)


itnmalangnews.id – Mesin menjadi alat yang vital dalam proses produksi di sebuah pabrik. Bahkan, pada pabrik tertentu mengandalkan proses produksinya hanya pada mesin. Sementara manusia sebagai pengontrol. Apa jadinya bila salah satu mesin mengalami kerusakan, sementara di pabrik tersebut ada banyak mesin? Pastinya tidak akan cepat terdeteksi. Kondisi ini bisa menghambat proses produksi dan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.

Baca juga: www.itn.ac.id

Tapi permasalahan ini terpecahkan oleh Eka Nur Wahyuni, lulusan terbaik Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang pada wisuda ke 64-65 ITN Malang Tahun 2021 yang lalu. Eka membuat sistem “Prototipe Monitoring Alarm Gangguan Mesin Pabrik Berbasis Pengenalan Suara Menggunakan IoT Blynk”. Untuk mengetahui gangguan pada mesin sehingga bisa segera diperbaiki.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Listrik D-3 Rancang Fast Charging Baterai Mobil Listrik

Eka menerapkan prototipenya pada perusahaan produksi kertas. Dimana dalam kegiatan produksinya menggunakan banyak mesin, salah satunya mesin pembawa chemical untuk meningkatkan kualitas produksi. Mesin ini sebenarnya sudah dilengkapi control untuk mengetahui jenis gangguan yang terjadi melalui LCD. Namun, jarak mesin yang jauh dari ruang teknisi, membuat suara buzzer alarm kadang kala tidak terdengar. Ditambah faktor manusia yang kurang memperhatikan atau bisa disebut faktor kelalaian manusia menyebabkan alarm tidak terdengar.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Elektro ITN Malang Kuliah Gratis di Universitas Tun Hussein Onn Malaysia

“Sebenarnya mesin ini adalah mesin miliknya vendor yang ditempatkan di perusahaan tersebut. Jadi ketika mesin sedang mengalami gangguan, maka gangguan tersebut baru bisa diketahui esok paginya ketika maintenance rutin setiap pagi. Nah, dari masalah itulah akhirnya saya membuat suatu prototype sistem ini untuk mengkomunikasikan gangguannya melalui aplikasi android,” terang dara asal Kota Pasuruan ini.

Eka mengambil sampel gangguan dari suara buzzer alarm, dengan mendeteksi menggunakan modul voice recognition. Sehingga alat bisa mengenali dan membedakan antara suara buzzer dan yang bukan. Sehingga secara otomatis memberitahukan bahwa mesin tersebut sedang gangguan.

Komunitas Robotika ITN Malang dalam suatu event

Komunitas Robotika ITN Malang dalam suatu event. (Foto: Istimewa)


Lulus 3,5 tahun bukan berarti Eka hanya berkutat pada akademik saja. Ternyata putri dari pasangan Hari Purnomo (Alm) dan Nur Hayati ini semasa kuliah juga pernah bergabung di dalam komunitas Renewable Energy dan Komunitas Robotika ITN Malang. Bahkan sempat mengikuti Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Dari mengikuti komunitas dan lomba tersebut, Eka mendapat tambahan ilmu dan pengalaman, juga banyak belajar mengenai program robot dan mekanik.

Ketertarikannya terhadap elektronik sudah tumbuh sejak Eka masih SMP. Ditambah almarhum ayahnya membuka service elektronik. “Saya memiliki keinginan meneruskan cita-cita ayah dalam bidang elektronik. Tentunya dengan mengikuti peruba­han zaman dimana teknologi semakin berkembang,” kata anak semata wayang ini.

Prinsip Eka untuk meng­gapai sukses adalah selalu berusaha melakukan yang terbaik dan jangan per­nah berhenti. Lihatlah orang lain bukan untuk iri sendiri, namun ambillah apa yang bisa di­pelajari dari orang terse­but. (me/Humas ITN Malang)

(Visited 150 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *