Lulusan Terbaik Teknik Kimia Ubah Limbah Jeruk jadi Pupuk Organik

WhatsApp Image 2022-11-17 at 08.32.35

Zabilla Wulandayani lulusan terbaik Prodi Teknik Kimia S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), ITN Malang pada wisuda ke 68 tahun 2022. (Foto: Istimewa)


itnmalangnews.id – Zabilla Wulandayani berhasil menjadi wisudawan terbaik Prodi Teknik Kimia S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI) sekaligus menjadi wisudawan terbaik di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Peraih predikat cumlaude dengan IPK 3.90 ini juga pernah mengikuti Program PKM GT, dan PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa). Kedua program Tersebut dijalankan pada 2021 lalu.

Baca juga:  www.itn.ac.id 

Dara asal Lombok ini melakukan penelitian pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah buah jeruk. Penelitiannya merupakan pengembangan program PHP2D di Desa Panggungrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Dimana warga Panggungrejo selain bertanam tebu juga penghasil buah jeruk.

“Di Panggungrejo banyak kebun jeruk yang buahnya dijual segar. Sementara buah busuk dibuang begitu saja. Jadi, saya berusaha memanfaatkan limbah jeruk untuk dijadikan pupuk, sehingga bernilai ekonomis,” tutur Zabilla.

Baca juga: 

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia S-1 ITN Malang Lolos Pendanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021

Untuk membuat POC yang dibutuhkan selain limbah buah jeruk adalah EM4 untuk membantu mengaktifkan mikroba, molase atau tetes tebu sebagai sumber nutrisi untuk perkembangan mikroba, serta air kulit bawang merah yang dapat membuat tanaman tumbuh dengan cepat.

Pertama-tama buah jeruk di potong-potong. Kemudian diblender, dan dicampur bahan-bahan. Lalu dimasukkan dalam beberapa toples, yang masing-masing difermentasi selama 7, 14, dan 21 hari.

Baca juga: PKM-GT Teknik Kimia ITN Malang Bantu Atasi Limbah Sentra Pengrajin Batik Pekalongan dengan Konsep Ecopreneurship

Kemudian setelah fermentasi diuji kandungan NP dan K. “Hasil penelitiannya lebih efektif, karena hasil NPK lebih tinggi. Meskipun belum sesuai standarnya tapi sudah bisa diaplikasikan,” imbuh Zabilla yang ikut diwisuda pada wisuda ke 68 periode II tahun 2022 ini.

Untuk mengaplikasikan ke tanaman, POC tinggal ditambah air biasa. Hasilnya pun berbeda dengan tanaman tanpa dipupuk, atau yang menggunakan pupuk kimia. Tanaman dengan POC pertumbuhannya tidak kalah cepat dengan tanaman yang menggunakan pupuk kimia. Dari fisik tampilan tanaman organik (POC) daunnya lebih halus.

Sementara, pada skripsi Zabilla mengangkat “Pra Rencana Pabrik Asetaldehida Dari Etanol dan Udara Dengan Proses Oksidasi Dengan Kapasitas Produksi 75.000 Ton/Tahun”. Pabrik ini didesain berlokasi di Banten yang dekat dengan pelabuhan. Zabilla menyelesaikan penelitian dan skripsinya dibawah bimbingan Dr. Nanik Astuti Rahman, ST., MT.  (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

(Visited 233 times, 2 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *