Kepala Lab Transportasi dan Jalan Raya, Annur Ma’ruf, ST., MT., bersama mahasiswa di Lab Transportasi dan Jalan Raya. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Kabar segar datang dari Prodi Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya kini resmi memiliki “rumah” sendiri yang lebih representatif. Lab Transportasi dan Jalan Raya hadir sebagai penunjang utama dalam proses pendidikan, penelitian, serta pelatihan bagi dosen, mahasiswa, maupun stakeholder terkait. Fasilitas ini membingkai berbagai kegiatan mulai dari belajar mengajar, praktikum, hingga bimbingan teknis di bidang transportasi dan jalan raya.
Baca juga: Creation 3.0 Teknik Sipil: Uji Pembebanan Jadi Bukti Ketangguhan Desain Jembatan Balsa Mahasiswa
Lewat acara syukuran sederhana namun khidmat pada Rabu (12/02/2026), pengembangan laboratorium ini menandai babak baru dalam meningkatkan kualitas praktikum mahasiswa, sekaligus memperkuat jalinan kerja sama dengan pihak eksternal seperti Bina Marga, dan para kontraktor di bidang jalan raya.
Acara syukuran ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor II, ITN Malang, Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT., serta sejumlah dosen purna tugas. Kehadiran para senior ini bukan tanpa alasan, jaringan kuat yang dimiliki para dosen senior akan terus diberdayakan untuk mendukung operasional institut melalui kerja sama eksternal.
Syukuran Lab Transportasi & Jalan Raya ITN Malang. Ki-ka: Kaprodi Teknik Sipil S-1, Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., Kepala Lab Transportasi dan Jalan Raya, Annur Ma’ruf, ST., MT., dan Sekprodi Teknik Sipil, Nenny Roostrianawaty, ST., MT. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
Menurut Kaprodi Teknik Sipil S-1 ITN Malang, Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., selama ini Lab Transportasi dan Jalan Raya masih bergabung dengan Lab Bahan Konstruksi (Beton). Langkah pemisahan ini bukan sekadar urusan pindah ruangan. Dengan adanya ruang mandiri, mahasiswa kini punya privasi dan fasilitas yang lebih fokus untuk mendalami praktikum perkerasan jalan maupun rekayasa lalu lintas.
“Harapannya jelas, agar kegiatan praktikum tidak lagi bercampur dengan lab lain. Selain itu, ini adalah syarat penting untuk memenuhi standar akreditasi yang mewajibkan adanya laboratorium transportasi dan jalan raya yang berdiri sendiri,” ujar Yosimson.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Lab Transportasi dan Jalan Raya, Annur Ma’ruf, ST., MT. Menurutnya, laboratorium ini akan menjadi pusat bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik aspal dan material jalan. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi benar-benar menguji campuran pengerasan jalan agar siap saat terjun ke proyek lapangan nanti.
“Secara keilmuan, bahan jalan itu masuk dalam rekayasa transportasi. Sekarang, meski secara administratif sudah terpisah dari Lab Beton, kami tetap menjaga kolaborasi. Intinya adalah memberikan pelayanan maksimal untuk pendidikan mahasiswa ITN,” jelas Annur.
Saat ini, lab sudah mengakomodasi dua cabang praktikum besar, yakni Manajemen/Rekayasa Lalu Lintas, dan Praktikum Bahan Perkerasan Jalan (termasuk campuran aspal).
Menariknya, pengembangan laboratorium tersebut juga diproyeksikan sebagai mesin penggerak kerja sama industri. Selama ini Teknik Sipil ITN Malang dikenal mempunyai reputasi kuat, dan dipercaya oleh pihak luar dalam urusan uji pengerasan aspal. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan bertahap akan terus ditambah alat-alat baru, ITN ingin memperluas jangkauan layanan kepada kontraktor bidang jalan raya, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga.
“Ke depan, Lab Transportasi dan Jalan Raya tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga pusat pelatihan terkait jalan raya yang terbuka bagi masyarakat luas dan stakeholder,” pungkas Annur. Dengan status sebagai salah satu lab unggulan di Teknik Sipil, ITN Malang semakin memantapkan posisinya sebagai mitra strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

