Kaprodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT., (kanan), dan Wakil Yayasan Cahaya Ar Rahman, Ustadz Muhammad Hashfi Abdurrahman, S.K.M.
itnmalangnews.id – Suasana Ruang PWK 2 Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) tampak berbeda pada Jumat siang (23/01/2026). Sebanyak 26 siswa kelas 12 dari SMA Islam Terpadu (SMAIT) Ar Rahman, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, hadir membawa semangat baru. Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan bagian dari program Studi Pengembangan Diri Tingkat Akhir (SPDA) bertajuk “Pembelajaran Sehari di Kampus”.
Baca juga: PWK ITN Malang Gelar Studi Ekskursi, Kunjungi deHakims Aviary, Kementerian PU, dan ATR/BPN
Kehadiran angkatan ke-3 ini disambut hangat oleh Kepala Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT. Dalam sambutannya, Agung memaparkan betapa luasnya cakupan ilmu PWK yang mungkin selama ini belum banyak diketahui siswa SMA. Dimana PWK termasuk bidang multidisiplin.
“Pada dasarnya, teman-teman di PWK adalah ahli menata kota/kabupaten. Mulai dari skala kecil seperti kawasan perumahan, kawasan pariwisata, kawasan pesisir dan kawasan industri, hingga skala besar seperti provinsi maupun nasional. Kami mempelajari kondisi fisik seperti jenis tanah, kelerengan, ketinggian, iklim, dll. Dan juga mempelajari transportasi, utilitas, jumlah penduduk, hingga ekonomi wilayah tersebut,” jelas Agung. Ia juga berharap kunjungan ini membuat para siswa merasa nyaman dan jatuh cinta dengan atmosfer akademik di ITN Malang.
Agung menyatakan harapannya, agar kunjungan ini menjadi pembuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat antara ITN Malang dan Yayasan Cahaya Ar Rahman. Pihak PWK menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu diminta menjadi pemateri untuk mengisi kegiatan di SMAIT Ar Rahman di Banjarbaru.
“Kami tunggu kehadiran adik-adik sebagai bagian dari keluarga besar PWK ITN Malang tahun depan,” tutupnya.
Berawal dari Cerita Alumni di Sekolah
Menariknya, pilihan SMAIT Ar Rahman untuk berkunjung ke ITN Malang bukan tanpa alasan. Wakil Yayasan Cahaya Ar Rahman, Ustadz Muhammad Hashfi Abdurrahman, S.K.M., yang juga sebagai Wakil Kepala Sekolah SMAIT Ar Rahman mengungkapkan bahwa ada “magnet” tersendiri yang menarik mereka ke sini. Yakni, Ariwibowo, alumnus PWK ITN Malang angkatan 2002 yang kini mengabdi menjadi guru di bawah yayasan yang sama di Kalimantan.
“Kami sering mendengar cerita dan pengalaman seru kuliah di PWK ITN Malang dari alumni PWK yang mengajar di yayasan kami. Cerita-cerita itulah yang menjadi motivasi bagi para siswa sehingga kami sangat tertarik datang langsung ke sini,” ujar Ustadz Hashfi yang hadir didampingi guru pendamping Ahmad Norman Rifansyah, S.Kom., dan Aida, S.Pd.
Ustadz Hashfi menambahkan, tujuan utama kunjungan lintas kota (Surabaya, Jogja, Jakarta, hingga Malang) ini adalah untuk membekali siswa agar tidak ragu lagi memilih jurusan. “Kami kaget juga, awalnya kami pikir tata ruang itu hanya soal daratan, ternyata sampai menyentuh tata ruang laut juga. Ini wawasan baru yang sangat berharga,” tambahnya.
Baca juga: Mahasiswa PWK ITN Malang Hasilkan Rencana Perkotaan Baru Mahakam Ulu, Tuai Apresiasi Pejabat Daerah
Dari Teori ke Praktik SketchUp
Tak hanya sekedar mendengarkan paparan, para siswa juga mendapatkan materi mendalam dari Dr. Ir. Agustina Nurul Hidayati, MT., serta sharing santai bersama kakak-kakak Himpunan Mahasiswa PWK (HMPWK). Puncaknya, para siswa diajak langsung mencoba aplikasi SketchUp di Ruang Studio GIS untuk merasakan pengalaman nyata bagaimana seorang perencana kota merancang sebuah kawasan.
Nabil Mustofa, salah satu perwakilan siswa kelas IPA mengaku terkesan dengan pengalaman singkat ini. Meski sebelumnya pernah mendengar istilah “Planologi” dari dosen PWK ITN Malang Pak Arif yang sempat berkunjung ke sekolahnya, baru kali ini ia paham inti dari PWK.
“Ternyata seru dan asik! Membangun kota besar itu ternyata perlu ilmu yang kompleks, harus tahu kondisi lingkungan sampai budayanya juga. Harapannya, ilmu yang didapat hari ini bisa bermanfaat, dan siapa tahu tahun depan ada di antara kami yang bisa kuliah di sini,” kata Nabil antusias. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

