ITN Malang digandeng East Java Ecotourism Forum (EJEF), perkuat komitmen pendampingan Desa Wisata Sumberdem Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Malang melalui kolaborasi strategis dengan East Java Ecotourism Forum (EJEF). Kerja sama secara spesifik akan berfokus pada pendampingan teknis Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang yang kaya potensi, dan baru saja menembus 30 besar ajang bergengsi Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025.
Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Rancang Master Plan Desa, Angkat Potensi Lokal Lewat KKNT
Perjanjian kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang pada hari Selasa, (30/09/2025).
Kepala LPKU ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., menjelaskan, EJEF sebagai lembaga nirlaba yang konsen di sektor pariwisata melihat potensi besar yang dimiliki ITN Malang. terutama pada bidang perencanaan, perancangan, dan pemetaan.
“Inisiatif ini kami tangkap sebagai peluang kerja sama strategis,” ujar Ardi yang akan mendorong Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) serta program studi terkait, seperti Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Geodesi, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan untuk terlibat penuh.
Ia menambahkan, tim ITN Malang juga telah melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sumberdem. Pendampingan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi desa, tetapi juga menjadi nilai jual dan pengalaman praktis bagi ITN Malang. Apalagi Desa Sumberdem kini tengah berjuang dalam kompetisi inovasi desa wisata.
Baca juga: KKN Tematik Arsitektur Desa Kemantren Bidik Wisatawan Bromo
Desa Sumberdem memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Desa ini memiliki tujuh kampung tematik, diantaranya Kampung Rosella, Kampung Bunga, Kampung Lemon, Kampung Toga, Kampung KRPL, Kampung Kambing, dan Kampung Kopi. Potensi inilah yang berhasil membawa Desa Sumberdem masuk dalam 30 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata tahun 2025.
Ketua EJEF, Agus Wiyono menyatakan, pariwisata adalah sektor multi-dimensi, dan keberhasilan desa wisata salah satunya bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan aksesibilitas.
“Banyak desa wisata yang bertahan bagus, tetapi tidak sedikit yang gagal dan ditinggalkan. Kami sebagai kumpulan praktisi pariwisata hadir untuk membudayakan perencanaan, baik fisik maupun non-fisik, dan menguatkan kesadaran masyarakat,” jelas Agus.
Ia menambahkan, ITN Malang dianggap memiliki kemampuan teknis yang sangat dibutuhkan, terutama seiring tren green tourism yang semakin populer. “Kami merangkul banyak pihak, khususnya perguruan tinggi seperti ITN Malang, karena dalam pariwisata banyak hal yang bersifat teknis,” pungkasnya.
NKB ditandatangani oleh Rektor ITN Malang dan Ketua EJEF, sementara PKS ditandatangani oleh Agus Wiyono, S.Pd. (Ketua EJEF) dengan Dekan FTSP, Dr. Debby Budi Susanti, ST., MT., dan Kepala LPKU Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., serta turut disaksikan oleh Wakil Rektor III ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

