ITN Malang dan Keuskupan Malang meresmikan kerja sama pemanfaatan Kapel Santo Thomas Aquinas. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) kembali mempertegas jati dirinya sebagai “Kampus Nasionalis” melalui langkah nyata dalam pembinaan kerohanian. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemanfaatan Kapel Santo Thomas Aquinas sebagai sarana pastoral Keuskupan Malang. Penandatanganan kerja sama dilakukan di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Kamis (15/01/2026).
Baca juga: Semarak Natal 2025 Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang: Menghadirkan Keselamatan dalam Keluarga
Momen bersejarah ini dihadiri oleh Dra. Herawati Ekorini, M.A, mewakili Ketua Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN), Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., dan Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm. selaku Uskup Keuskupan Malang. Turut hadir menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., bersama Pastor Kepala Paroki Santo Albertus de Trapani, RD. Hubertus Tangguh Ardi Wardana.
Wujud Nyata Kampus Nasionalis
Pada momen tersebut dilakukan juga penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Panitia Pembangunan Kapel Santo Thomas Aquinas kepada P2PUTN yang diterima oleh Dra. Herawati Ekorini, M.A. Dengan penuh haru Herawati mengenang perjalanan panjang pembangunan tempat ibadah di Kampus 2 ITN Malang.
“Pagi hari ini saya sangat terharu dan bangga. Mengingat 8,5 tahun lalu kita meletakkan batu pertama (pembangunan kapel) di Kampus 2. Sebagai kampus nasionalis P2PUTN berkomitmen mendirikan lima tempat ibadah. Puji Tuhan, saat ini sudah berdiri mushola, kapel, dan pura,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan tempat ibadah khususnya kapel tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter dan iman bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
Dialog Kehidupan Melalui Sarana Ibadah
Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ITN Malang. Ia menilai keterbukaan ITN dalam menyediakan rumah ibadah bagi umat Katolik adalah contoh nyata indahnya hidup bersama dalam keberagaman.
“Kami sangat bersyukur umat di sekitar kampus diberi kesempatan menggunakan rumah ibadah ini. Hidup bersama dan dialog antar agama sangatlah indah dan dibutuhkan oleh Indonesia bahkan dunia,” ujar Bapa Uskup.
Lebih lanjut, pihak Keuskupan berkomitmen mendukung penuh pembinaan rohani mahasiswa. Dimana di Paroki Santo Albertus De Trapani juga ditempatkan satu orang Romo khusus untuk mendampingi mahasiswa. “Kami siap mendukung kegiatan keagamaan apapun yang diadakan ITN demi peningkatan iman kawula muda,” tambahnya.
Miniatur Indonesia dan Pengembangan SDM
Senada dengan hal tersebut, Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menegaskan, kampus ingin menjadikan kompleks tempat ibadah ini sebagai “Miniatur Indonesia”.
“Kami ingin tiga tempat ibadah yang sudah ada ini menjadi jembatan komunikasi anta rumat beragama dan menjadi contoh bagi institusi lainnya. Kami juga berharap kedepannya bisa diselenggarakan Misa Keuskupan bersama di kampus bagi mahasiswa, serta kegiatan lainnya seperti doa bersama siswa-siswi Malang Raya,” papar rektor.
Selain fungsi spiritual, rektor juga mengajak Keuskupan untuk bersinergi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempromosikan ITN Malang sebagai kampus yang menjunjung tinggi keanekaragaman.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk merawat fasilitas yang ada. Rencananya, Kapel Santo Thomas Aquinas akan diberkati secara resmi pada tanggal 1 Februari 2026 mendatang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

