Mahasiswa ITN Malang, Aldo Eka Pratama menunjukkan karya jembatan prototype berteknologi ramah lingkungan. (Foto: Istimewa)
Tugumalang.id – Intitut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sebagai kampus teknologi dan inovasi, bukan hanya isapan jempol. Mahasiswa ITN Malang membuktikannya dengan menghasilkan karya inovasi berupa rancangan jembatan prototipe berteknologi ramah lingkungan.
Menariknya, jembatan itu dirancang tak hanya sebagai akses penghubung mobilitas kendaraan saja. Namun juga dirancang untuk bisa mandiri dalam hal energi listrik. Pasalnya, jembatan ini juga dilengkapi dengan panel surya dan turbin vertikal penghasil listrik.
Panel surya memungkinkan jembatan ini menghasilkan listrik dari sinar matahari. Kemudian turbin vertikal mengubah hembusan angin menjadi energi listrik. Selain ketangguhan konstruksi, 2 teknologi itu menjadi keunggulan jembatan tersebut.
Jembatan yang dirancang oleh mahasiswa Teknik Sipil ITN Malang yakni M Nuh Arifin dan Aldo Eka Pratama itu terpilih sebagai finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2025 yang diikuti ribuan kampus tanah air.
“Jadi panel surya dan turbin vertikal di jembatan ini bisa menghasilkan energi listrik ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan pedestrian jembatan,” kata Aldo.
Butuh waktu 2 bulan untuk merancang jembatan inovatif yang dinamai “Jembatan Swarnadwipa Mandala” itu. Jembatan ini menjadi simbol harmonisasi antara budaya nusantara, teknologi dan visi Indonesia Emas 2045.
Jembatan prototype ini memiliki berat sekitar 41 kilogram dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 0,5 meter dan mampu menahan beban uji seberat 250 kilogram.
Aldo menyebut desain jembatan plengkung berteknologi ini bisa digunakan di berbagai kontur wilayah di Indonesia. Terlebih, Indonesia memiliki sumber energi surya dan energi angin yang potensial.
Mahasiswa asal Nganjuk yang masih duduk di semester III itu bersyukur bisa mengenyam pendidikan di kampus ITN Malang yang terus mewadahinya dalam pengembangan potensi diri. Aldo mengaku memang menyukai konstruksi sejak remaja dan ingin terus mengasah wawasannya.
“Mimpi saya nanti bisa menjadi ahli struktur, atau konsultan dan membangun daerah saya di Nganjuk,” ucapnya.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., menyatakan komitmennya untuk terus mencetak generasi tangguh yang melek teknologi, inovatif dan berdaya saing global.
“Karya mahasiswa ini adalah wujud pembinaan di ITN Malang berjalan dengan baik. Di dalam kompetisi kompetisi yang diikuti mahasiswa, mereka terbukti mampu bersaing,” ujarnya.
Ia berharap karya karya mahasiswa ITN Malang ke depan dapat terus dikembangkan hingga diimplementasikan untuk memberikan dampak kebermanfaatan untuk masyarakat luas.
“Dunia terus bergerak, jadi kita tidak boleh berhenti berinovasi. Saya yakin dengan inovasi dan sinergi lintas sektor, masa depan Indonesia akan lebih baik lagi,” tandasnya. (*)
Sumber: https://tugumalang.id/inovatif-mahasiswa-itn-malang-rancang-jembatan-prototipe-berteknologi-ramah-lingkungan/
