Sesi diskusi kualitatif (debat) pada campus hiring ITN Malang dengan PT Cipta Futura (CIFU). (Foto: Istimewa/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Mencari kerja di era sekarang bukan hanya soal adu nilai ijazah, tapi soal siapa yang paling siap bertahan dan punya integritas. Prinsip itulah yang dibawa PT Cipta Futura (CIFU) saat menyambangi kampus Institut Teknologi Nasional Malang (ITN) Malang dalam agenda campus hiring yang digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (24-25/02/2026).
Menariknya, aula ITN Malang kali ini tidak hanya dipadati oleh para alumni, tapi juga diramaikan oleh rombongan siswa SMK dan SMA dari berbagai daerah seperti Jombang, Kediri, Tulungagung, hingga Ponorogo.
Kepala Pusat Karir ITN Malang, Dr. Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT., menjelaskan, pihaknya sengaja membuka pintu bagi siswa sekolah menengah. Selain untuk memenuhi permintaan perusahaan akan lulusan SMK/SMA, momen ini jadi cara halus ITN memperkenalkan kampus kepada calon mahasiswa.
“Para siswa ini datang didampingi guru masing-masing. Mereka ikut seleksi sekaligus bisa melihat langsung kampus ITN. Dan ternyata ada beberapa sekolah yang sudah berdiskusi dengan tim PMB,” ujar Lila.
PT Cipta Futura sendiri merupakan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit besar yang berbasis di Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam presentasinya, Dewi Maria Munthe, Kepala HRD PT CIFU, memberikan pesan menohok bagi para pelamar.
Dewi Maria Munthe, Kepala HRD PT CIFU, saat menjelaskan company profil, dan pesan kepada para pelamar. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Menurutnya, IPK tinggi atau asal sekolah bergengsi tidak menjamin seseorang bisa bertahan di dunia industri yang semakin keras. “Kami mencari sosok ‘kesatria’ yang punya kejujuran dan integritas. Pintar saja tidak cukup kalau realisasi kerjanya nol, tidak percaya diri, atau sulit beradaptasi. Di dunia kerja yang ditanya bukan cuma kamu lulusan mana, tapi bisa apa?” tegas Dewi.
Ia juga membagikan sisi humanis perusahaan, di mana ia sendiri pernah cuti selama 12 tahun untuk fokus pada keluarga, namun tetap diberi kesempatan bergabung kembali pada tahun 2022. “Budaya seperti ini jarang ditemukan di perusahaan lain,” tambahnya.
Proses seleksi berlangsung cukup ketat. Renata Naibaho, HR Staff PT CIFU, memaparkan, tes matematika dasar menjadi tahap awal yang penting. Alasannya sederhana, dimana semua pekerjaan, mulai dari operator hingga pengawas lapangan membutuhkan perhitungan yang tepat.
“Operator harus tepat saat membubut atau mengelas. Pengawas lapangan harus bisa menghitung kebutuhan tenaga kerja untuk mencapai target. Makanya, dasar hitungan itu wajib,” jelas Renata. Setelah tes matematika, peserta yang lolos akan menghadapi psikotes, diskusi kualitatif (debat), pemeriksaan kesehatan (MCU), hingga wawancara langsung.
Kerja sama ITN Malang dengan PT CIFU sebenarnya bukan kali pertama. Perusahaan ini sudah pernah merekrut lulusan ITN. Salah satu cerita sukses datang dari Reza Satrio Wibowo, alumnus Teknik Geodesi S-1, ITN Malang, angkatan 2028 yang sukses berkarier sebagai asisten IT di PT CIFU.
“Reza ini menarik. Meski jurusannya Geodesi, dia punya passion dan inovasi di bidang IT. Menurut saya inilah keunggulannya. Dia membuktikan bahwa latar belakang pendidikan tidak membatasi karier seseorang selama dia disiplin dan mau belajar,” ungkap Renata.
Lewat agenda ini, ITN Malang berharap hubungan dengan dunia industri terus menguat, tidak hanya untuk urusan rekrutmen lulusan, tapi juga membuka peluang magang bagi mahasiswa di masa depan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)
